Karo - Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution memastikan 280 warga Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo telah dievakuasi ke lokasi pengungsian menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang kini berstatus Level III (Siaga).
Gubernur Bobby meninjau langsung lokasi pengungsian di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, Selasa sore, untuk memastikan proses evakuasi warga dari wilayah berbahaya serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi berjalan dengan baik.
"Yang paling utama kan mengevakuasi warga. Tadi disampaikan dari Badan Geologi, ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah," ujar dia di lokasi pengungsian.
Ia mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas pemerintah, khususnya warga yang berada di wilayah yang masuk radius bahaya berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.
Pemerintah akan terus mengevaluasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Jika aktivitas meningkat, radius evakuasi dapat diperluas, sedangkan apabila aktivitas menurun dan kondisi dinilai aman, status gunung dapat diturunkan menjadi Level II (Waspada).
Ia meminta fasilitas pengungsian dipastikan memadai agar warga dapat bertahan selama masa tanggap darurat dan tidak tergesa-gesa kembali ke rumah sebelum kondisi dinyatakan aman.
"Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu. Kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi merasa tidak nyaman, kemudian tiba-tiba langsung kembali ke rumah," katanya.
Pemprov Sumut bersama Pemkab Karo memastikan kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari makanan, air bersih, tempat tidur hingga toilet, tersedia.
Pemerintah juga merespons keluhan warga yang sempat menunggu beberapa jam setelah meninggalkan rumah tanpa mendapatkan makanan dan minuman.
"Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa," ujar Bobby.
Selain kebutuhan pokok, Pemprov Sumut menyiapkan dukungan transportasi bagi anak-anak pengungsi agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Pemerintah merespons permintaan warga terkait penyediaan bus untuk mengangkut para siswa dari lokasi pengungsian.
Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, pemerintah telah membagikan masker sejak erupsi pertama sekitar pukul 10.17 WIB.
Penanganan tersebut melibatkan Pemprov Sumut, Pemkab Karo, TNI, dan Polri.
Pos kesehatan dan kendaraan pelayanan medis juga telah disiapkan di lokasi pengungsian.
Apabila kondisi tanggap darurat berlanjut, Pemprov Sumut akan memperkuat pelayanan kesehatan dengan mengerahkan bus layanan kesehatan untuk memberikan pelayanan medis sesuai kebutuhan masyarakat.
Bobby mengaku hingga kini belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun rumah warga akibat erupsi. Dampak ekonomi juga belum dihitung karena pemerintah masih memprioritaskan keselamatan masyarakat.
Sebagai langkah mitigasi, kawasan wisata di sekitar Gunung Sinabung ditutup untuk mencegah wisatawan maupun masyarakat memasuki wilayah yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Pemerintah memastikan ketersediaan stok logistik dan bahan pangan bagi para pengungsi masih aman serta akan terus dipantau selama masa tanggap darurat," katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.