Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Gubernur sebut metode PM-AAS dongkrak panen padi di Banten

NadiKabar Biro
Gubernur sebut metode PM-AAS dongkrak panen padi di Banten
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Gubernur sebut metode PM-AAS dongkrak panen padi di Banten.

Serang - Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) terbukti mampu mendongkrak produktivitas hasil panen padi di wilayahnya secara signifikan hingga mencapai 12,88 ton gabah per hektare.

Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri panen raya menggunakan teknologi pertanian modern di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa.

"Penggunaan metode PM-AAS melipatgandakan hasil panen dari rata-rata normal 6 ton menjadi 12,88 ton gabah per hektare, berdasarkan hasil Survei Ubinan BPS Kota Serang," ujarnya.

Modernisasi ini memberikan keuntungan bersih sekitar Rp49 juta per musim tanam per hektare, yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok tani secara nyata.

Pemprov Banten memastikan para petani mendapat pendampingan intensif dalam mengoperasikan alat-alat canggih seperti drone pertanian hingga mahir dan bersertifikat.

"Sehingga ke depan bantuan peralatan baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten atau kota akan semakin banyak dan bisa difungsikan dengan baik oleh para petani kita," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga berkomitmen untuk terus mempertahankan luas Lahan Baku Sawah (LBS) di sejumlah wilayah di Provinsi Banten yang telah ditetapkan. Kemudian untuk menunjang produktivitas dan peningkatan hasil panen petani itu, Pemprov Banten akan terus mengoptimalkan sejumlah irigasi yang menjadi denyut nadi pertanian.

"Saya optimis dengan penerapan teknologi ini, Provinsi Banten akan semakin kuat sebagai daerah penyangga pangan nasional, bahkan berkontribusi menuju cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045," ujarnya.

Penerapan metode PM-AAS saat ini telah mencakup lahan seluas 100 hektare yang tersebar di tiga kelurahan, yakni Margaluyu, Kilasah, dan Kasunyatan, dengan melibatkan tujuh kelompok tani serta penggunaan varietas benih unggul Inpari 32.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia