JAKARTA — Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3.500 meter di atas puncak pada Senin (31/8) pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut menjadi yang pertama sejak gunung api itu terakhir meletus pada 2022.
Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan Desa Payung dan Desa Kuta Tengah akan dikosongkan untuk mengantisipasi bahaya yang terjadi dari erupsi gunung Sinabung.
"Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi malam, rencana hari ini warga dievakuasi. Desa Payung dan Desa Kuta Tengah jaraknya cukup dekat dengan Gunung Sinabung. Sehingga desa itu harus dikosongkan," kata Sri Wahyuni kepada CNN Indonesia, Selasa (1/9).
Sri Wahyuni menjelaskan di Desa Payung tercatat ada 2.051 jiwa yang nantinya dipindahkan ke Desa Batukarang. Sedangkan Desa Kuta Tengah tercatat sebanyak 400 jiwa yang nantinya dievakuasi ke Desa Sukatepu. Sehingga totalnya ada 2.451 orang yang akan dievakuasi.
"Kalau kemarin itu BPBD Karo pinjam tenda kita. BPBD Provinsi pagi ini sudah membawa tenda ke sana. Terkait nanti masyarakat ditaruh di mana, di tenda kah mereka mau atau di mana, belum tahu. Tapi tenda sudah kita persiapkan. Nanti tinggal petunjuk dari BPBD Karo lah," urainya.
Sri Wahyuni mengatakan tenda tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila warga membutuhkan tempat tinggal sementara selama masa pengungsian. Namun belum dapat dipastikan berapa lama warga akan berada di lokasi pengungsian.
"Kita lihat situasi Gunung Sinabung. Apa kata PVMBG lah, kan? Untuk evakuasi dibantu TNI dan Polri karena itu kan di dalam TRC multisektor," sebutnya.
Gunung Sinabung erupsi dengan kolom abu mencapai 3.500 meter di atas puncak pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut menjadi yang pertama sejak gunung api itu terakhir meletus pada 2022.
"Kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak berwarna hitam teramati dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur serta tenggara," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan.
Berton menyebutkan pascaerupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Gunung Sinabung terakhir kali mengalami erupsi pada Tahun 2022.
"Peningkatan status tersebut mulai berlaku pada Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik. Tingkat Aktivitas Level II (Waspada) sendiri ditetapkan sejak 17 Mei 2023," jelasnya.
Menurut Berton, erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan masih terdapat potensi terjadinya erupsi yang lebih besar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh PVMBG.
"Sebelum terjadinya erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB, terekam rentetan gempa yaitu 85 kali gempa vulkanik, 1 kali gempa hembusan dan 1 kali tremor harmonik," jelasnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.