Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Guru Indonesia cerdas jadi harapan baru di jantung Papua

NadiKabar Biro
Guru Indonesia cerdas jadi harapan baru di jantung Papua
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Guru Indonesia cerdas jadi harapan baru di jantung Papua.

Wamena - Pendidikan masih menjadi harapan dan kerinduan besar bagi anak-anak Papua di daerah pelosok yang terkendala akses infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia (SDM), dan keamanan, dibandingkan dengan wilayah perkotaan.

Konsep pembangunan Tanah Papua ke depan difokuskan kepada tiga hal, yakni Papua Cerdas, Papua Sehat dan Papua Produktif. Ketiganya saling melengkapi satu dengan lainnya, sehingga terbentuk program dalam menyejahterakan orang asli Papua (OAP) dalam segala bidang.

Sesuai data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, jumlah tenaga guru di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mencapai 3.259 hingga 3.291 orang, termasuk 90 tenaga guru dari Yayasan Indonesia Cerdas.

Jumlah sekolah di Kabupaten Jayawijaya mencakup 122 SD, 36 SMP, 13 SMA dan enam SMK dengan rincian SD Sederajat 122 (69 negeri dan 53 swasta). SMP Sederajat 36 (18 negeri dan 18 swasta) serta SMA sederajat 13 (lima negeri dan delapan swasta) dan SMK enam (satu negeri dan lima swasta).

Kabupaten Jayawijaya merupakan daerah yang berada tepat di “jantung” Tanah Papua karena keberadaannya yang terletak persis di pusat wilayah yang telah terbagi dalam enam provinsi tersebut.

Kabupaten Jayawijaya memiliki 328 kampung dan empat kelurahan dari 40 distrik. Meski saat ini menjadi pusat Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan, tetapi masih banyak wilayah daerah itu yang membutuhkan peningkatan infrastruktur, teknologi, SDM, dan keamanan.

Kurangnya fasilitas sarana prasarana pendukung pelayanan pendidikan, seperti rumah guru, tidak adanya jaringan internet, kurangnya pengamanan, sehingga membuat guru-guru yang telah berstatus aparatur sipil negara (ASN) tidak nyaman berada di tempat tugas.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya berupaya mencari solusi untuk dapat meningkatkan pelayanan pendidikan di daerah setempat dengan mengontrak tenaga guru dari sebuah yayasan.

Pemkab Jayawijaya dan satu yayasan telah melakukan kerja sama di sektor pendidikan selama 10 tahun terakhir dan tahun ini di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murib-Ronny Elopere, kerja sama itu dilanjutkan.

“Kami telah melakukan perjanjian kerja sama lanjutan bersama Yayasan Indonesia Cerdas untuk memperkuat pelayanan pendidikan,” kata Bupati Jayawijaya Atenius Murib.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia