Jombang - Pengasuh Pondok Pesantren Alhamidiyah Lasem, Rembang, Gus Arwani Thomafi menyebut lima nilai atau Madarij al-Khidmah sebagai pedoman warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjalankan pengabdian untuk kemaslahatan umat, masyarakat, dan bangsa.
Gus Arwani menyampaikan hal tersebut dalam diskusi bertema "Ber-NU untuk Kemaslahatan Umat" yang digelar di arena Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.
"Ikhlas merupakan niat hati yang murni dan tulus untuk melakukan suatu pekerjaan atau ibadah hanya semata karena mencari ridha Allah SWT," katanya, dalam keterangan yang diterima di Jombang, Sabtu.
Gus Arwani yang juga Mustasyar PWNU DKI Jakarta tersebut mengatakan berkhidmah di NU merupakan bagian dari pengabdian yang memiliki dimensi keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan, sehingga perlu dilandasi ketulusan dan orientasi pada kemanfaatan.
Lima nilai tersebut meliputi keikhlasan dalam pengabdian, menjadikan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pedoman dalam beramal, menempatkan ulama sebagai pembimbing umat, menjaga ukhuwah, serta memperkuat semangat nasionalisme atau hubbul wathon.
Menurut dia, keikhlasan merupakan fondasi utama dalam menjalankan khidmah, baik di lingkungan pesantren, keluarga, masyarakat, pemerintahan maupun ruang pengabdian lainnya.
Setelah keikhlasan, prinsip Ahlussunnah wal Jamaah perlu menjadi pijakan dalam menjalankan aktivitas pengabdian melalui sikap tawassuth atau moderat, tawazzun atau seimbang, i'tidal atau berkeadilan, serta tasamuh atau toleransi.
Gus Arwani juga menekankan pentingnya menempatkan ulama sebagai pembimbing masyarakat dan menjaga ukhuwah sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan, menumbuhkan kasih sayang, serta membangun kerja sama dalam kebaikan.
"Al ulama yursyiduna al-masirah, para ulama membimbing arah perjalanan perjuangan umat," katanya.
Nilai terakhir, kata dia, adalah memperkuat semangat nasionalisme atau hubbul wathon. Kecintaan kepada tanah air dapat memperluas ruang pengabdian, sehingga khidmah NU tidak hanya memberikan manfaat bagi internal organisasi, tetapi juga masyarakat dan bangsa.
"Hubbul Wathon Tuwassi'u al-Khidmah," tegas Arwani.
Ia berharap lima nilai tersebut terus diaktualisasikan dalam kehidupan warga NU sehingga semangat ber-NU dapat diwujudkan melalui pengabdian yang tulus, moderat, menjaga persatuan, dan memberikan kemanfaatan bagi umat serta Indonesia.
Acara tersebut juga dihadiri Komisaris Utama PT ASDP Achmad Baidowi, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandiyudha, akademisi UNU Surabaya Mustafa, para muktamirin dan tamu undangan lainnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.