Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Gus Ipul tegaskan tidak ada urusan PMII dan HMI di tubuh NU

NadiKabar Biro
Gus Ipul tegaskan tidak ada urusan PMII dan HMI di tubuh NU
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Gus Ipul tegaskan tidak ada urusan PMII dan HMI di tubuh NU.

Jakarta - Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf menegaskan mengaitkan kondisi NU dengan latar belakang organisasi, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah hal yang tidak tepat.

Menurut dia, persoalan NU tidak seharusnya direduksi menjadi sentimen antarkelompok atau latar belakang organisasi kader.

“Tidak ada urusan PMII, HMI di dalam muktamar ini. Ini adalah urusan Nahdlatul Ulama. Jangan direduksi, jangan dikecilkan menjadi urusan PMII dan HMI, tidak ada urusannya itu,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis.

Gus Ipul menegaskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 hingga akhirnya terpilih Rais Aam Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk kepengurusan periode 2026-2031 berjalan dengan baik, demokratis, dan tepat waktu.

Menurut Gus Ipul, NU bukan milik individu, kelompok, partai politik, PMII, maupun HMI. NU merupakan jamiyah besar, sehingga keberhasilan dan kekurangannya harus dilihat secara utuh serta objektif.

Gus Ipul menegaskan seluruh keputusan penting PBNU, termasuk rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, dilakukan melalui mekanisme organisasi dan keputusan rapat.

Ia membantah jika keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan pribadi orang per orang.

Gus Ipul meminta agar narasi pertentangan antarkelompok di dalam tubuh NU dihentikan. Gus Ipul menilai narasi semacam itu justru berpotensi mengecilkan kebesaran NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam.

“Yang penting saya ingin, ya, teman-teman sampaikan bahwa muktamar telah selesai. Kami kemarin juga sampaikan komentar-komentar yang enggak penting, yang enggak perlu, itu hendaknya bisa dihentikan, ya,” kata dia.

Ia juga menepis isu “Paket Istana” dalam proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, tudingan itu tidak berdasar, karena prosesnya dilalui secara transparan dan persaingan yang sehat

“Jadi itu prosesnya terbuka dan transparan. Tidak ada paket Istana, ya. Yang ada ini adalah paket dari peserta muktamar. Yang ada ini adalah paket dari peserta muktamar,” kata Gus Ipul.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia