Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Hanura ubah pola pikir kader: Konsolidasi tak boleh menunggu pemilu

NadiKabar Biro
Hanura ubah pola pikir kader: Konsolidasi tak boleh menunggu pemilu
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Hanura ubah pola pikir kader: Konsolidasi tak boleh menunggu pemilu.

Jakarta - Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella meminta kader partai berlogo kepala singa itu untuk mengubah pola pikir agar konsolidasi organisasi dan penguatan struktur partai tidak lagi dilakukan hanya menjelang pelaksanaan pemilu.

"Problem yang paling utama adalah kemalasan, karena ada kebiasaan menunggu mendekati pemilu," kata Rio dalam keterangan diterima di Jakarta.

Demikian disampaikannya usai memimpin konsolidasi dengan pengurus DPD, DPC serta jajaran partai kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi di Kota Jambi, Jumat. Pertemuan tersebut diikuti sekitar 75 orang yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara.

Menurut dia, kebiasaan tersebut perlu diubah karena partai politik harus memiliki struktur dan mesin organisasi yang bekerja secara berkelanjutan, baik terdapat agenda politik maupun tidak.

"Hari ini, task force mengubah mindset, cara berpikir dalam hal mengurus partai. Ada atau tidak ada verifikasi, konsolidasi partai di tingkat kecamatan dan desa harus dibangun," ujarnya.

Rio mengatakan pola konsolidasi tersebut mulai diterapkan melalui kunjungan tim task force ke berbagai daerah. Dari 12 provinsi yang telah didatangi, pihaknya melihat jajaran Hanura mulai berada dalam frekuensi yang sama mengenai pentingnya membangun struktur partai secara berjenjang.

Dia menyebut kunjungan tersebut telah dilakukan di sejumlah provinsi di Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Nusa Tenggara dan Bali. Adapun, Jambi menjadi provinsi ke-12 yang didatangi tim task force.

Rio mengatakan Hanura menargetkan seluruh struktur dewan pembina cabang (DPC) dan pimpinan anak cabang (PAC) di Provinsi Jambi dapat diselesaikan pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026.

Penguatan struktur kemudian dilanjutkan hingga tingkat desa dan kelurahan sehingga mesin politik Hanura di Jambi dapat bekerja lebih awal untuk menghadapi Pemilu 2029.

Ia menargetkan kunjungan tim task force ke 26 provinsi lainnya dapat diselesaikan paling lambat akhir Oktober 2026. Setelah seluruh daerah dikonsolidasikan, Hanura akan melakukan rebranding secara nasional pada awal 2027.

Dengan struktur yang bekerja lebih awal, partai diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sebelum memasuki tahapan Pemilu 2029.

Rio mengatakan Hanura juga menargetkan dapat memperoleh satu kursi DPR RI dari Provinsi Jambi pada Pemilu 2029.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia