Temanggung, Jawa Tengah - Harga tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, saat ini relatif cukup baik dengan grade E di wilayah Lamuk sudah menembus Rp350 ribu per kilogram, sedangkan grade C dan D berada di kisaran Rp65 ribu/kg hingga Rp80 ribu/kg.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Jateng, Senin, menyampaikan kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani tembakau pada musim kali ini, meski pasar masih menunggu kepastian serapan dari sejumlah pabrikan, termasuk perusahaan besar, PT Djarum.
Menurut dia, informasi yang diterima di lapangan, Djarum berencana mengupayakan penyerapan hasil panen tembakau tahun ini secara maksimal.
Namun, penyerapan tetap akan mengikuti ketentuan dan kriteria yang ditetapkan oleh masing-masing pabrik.
Karena, hasil garapan petani tidak selalu sesuai dengan standar atau kebutuhan bahan baku yang diinginkan pabrik. Sejumlah kriteria sebenarnya telah disampaikan kepada petani, meski belum seluruh petani dapat mengakses informasi tersebut secara optimal.
Selain itu, katanya, terdapat pula petani yang sudah mendapatkan informasi mengenai standar pabrikan, tetapi dalam praktiknya belum sepenuhnya mengikuti arahan yang diberikan.
Meskipun demikian, katanya, optimisme terhadap penyerapan tembakau tahun ini tetap tinggi.
Terlebih, apabila tembakau yang ditanam menggunakan varietas Jawa dan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, termasuk terkait campuran gula yang dapat dikurangi bahkan diupayakan hingga nol.
Ia menyebutkan, sejumlah pabrik yang sudah dipastikan melakukan pembelian antara lain PT Djarum, Wismilak, Sukun, Noyorono, Gadjah Baru, Ares, serta beberapa pabrikan golongan III lainnya.
Ia menyampaikan pergerakan pembelian bahkan mulai terlihat di sejumlah daerah. Dalam satu lokasi perajangan tembakau, seorang perajang bisa menjadi incaran atau diperebutkan oleh beberapa pedagang tembakau.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa permintaan terhadap tembakau masih cukup tinggi. Karena itu, harapan agar penyerapan tembakau tahun ini dapat berlangsung maksimal masih terbuka.
Ia berharap pabrik tetap konsisten memberikan harga terbaik sehingga dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
Di sisi lain, kualitas tembakau tidak hanya ditentukan pada saat panen. Banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari proses awal seperti pengolahan tanah, pemilihan dan penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pengolahan tembakau.
"Artinya, persoalan kualitas tidak bisa hanya dibebankan kepada salah satu pihak. Seluruh tahapan produksi memiliki keterkaitan dalam menentukan kualitas bahan baku yang dihasilkan," katanya.
Tahun ini, katanya, bahan baku tembakau yang dihasilkan petani dinilai cukup baik dan berkualitas. Namun, tantangan masih muncul pada tahap pengolahan. Jumlah tenaga kerja yang mencapai ribuan orang membuat proses pengolahan tidak selalu dilakukan dengan cara yang sama.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.