Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Hyundai Palisade XRT Pro mengaspal di Australia tanpa mesin hybrid

NadiKabar Biro
Hyundai Palisade XRT Pro mengaspal di Australia tanpa mesin hybrid
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Hyundai Palisade XRT Pro mengaspal di Australia tanpa mesin hybrid.

Jakarta - Pasar otomotif Australia bersiap menyambut kedatangan anggota terbaru dari keluarga SUV premium, Hyundai Palisade XRT Pro, yang dijadwalkan mengaspal mulai bulan depan.

Dilansir Drive, Sabtu, varian off-road delapan tempat duduk yang berfokus pada ketangguhan medan berat itu akan dipasarkan dengan harga mulai dari 79.900 dolar Australia atau sekitar Rp825 juta sebelum tambahan biaya on-road.

Berbeda dengan tren mobil berbahan bakar bensin saat ini yang berlomba-lomba mengadopsi teknologi listrik, Palisade XRT Pro justru tampil percaya diri tanpa mengusung sistem hybrid.

SUV bongsor itu sepenuhnya mengandalkan pasokan tenaga murni dari mesin bensin empat silinder berkapasitas 2.500 cc turbo non-hybrid.

Spesifikasi tersebut menjadikan XRT Pro sebagai satu-satunya varian dalam jajaran generasi terbaru Palisade di Australia yang mutlak menolak bantuan motor listrik, demi mengejar durabilitas performa yang lebih badak saat "disiksa" di jalur ekstrem.

Untuk menyalurkan tenaga besarnya, Hyundai memasangkan transmisi otomatis konverter torsi (torque converter) delapan percepatan, bukan transmisi dual-clutch delapan percepatan yang digunakan pada mobil yang lebih kecil, atau transmisi konverter torsi enam percepatan pada versi hibrida.

Palisade XRT Pro juga dilengkapi dengan paket kait dan kabel derek (towing) bawaan pabrik yang meningkatkan kapasitas tarikan maksimal untuk muatan ber-rem (braked towing capacity) menjadi 2.200 kg (naik 200 kg dari versi hybrid).

Kendati demikian, konsumen harus tetap memperhatikan distribusi muatan, sebab batas aman tekanan vertikal pada besi pengait belakang mobil tidak berubah, yakni maksimal 160 kg.

Selain itu, kemampuan off-road mobil itu didukung oleh jarak terendah ke tanah yang lebih tinggi 25 mm, yaitu 212 mm.

Peningkatan tinggi ini dilaporkan berdampak langsung pada kemampuan mobil melewati rintangan tanpa membentur bodi, yang dibuktikan dengan sudut pendekatan (approach angle) sebesar 20,5° (naik 1,9°), sudut keberangkatan (departure angle) sebesar 22,4° (naik 1,3°), serta sudut tanjakan (ramp-over angle) sebesar 18,3° (naik 2,8°).

Kaki-kakinya menggunakan velg 18 inci dengan ban segala medan kontinental, dilengkapi sistem komputerisasi yang mengatur pembagian tenaga ke roda-roda mobil (electronic limited-slip differential/ E-LSD), serta kait-kait penarik darurat (recovery hooks) di bagian depan dan belakang sasis untuk menarik mobil ke luar medan ekstrem tanpa merusak bodi mobil.

Kehadiran varian baru Palisade tersebut memberikan alternatif segar bagi konsumen yang membutuhkan mobil keluarga mewah namun tetap tangguh diajak bertualang menyusuri segala medan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia