Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap data perekonomian domestik dan global.
IHSG dibuka menguat 12,64 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.538,12. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,92 poin atau 0,14 persen ke posisi 644,75.
"Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran level 6.450-6.570 pada perdagangan Selasa," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data inflasi Indonesia yang diperkirakan naik ke level 0,2 persen month to month (mtm) pada Agustus 2026, dari sebelumnya mencatatkan deflasi sebesar 0,14 persen (mtm) pada Juli 2026.
Secara tahunan, inflasi diperkirakan akan berada di level 3,13 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, atau meningkat dari sebelumnya di level 2,88 persen (yoy) pada Juli 2026.
Sedangkan, inflasi inti diperkirakan naik menjadi 2,8 persen (yoy) pada Agustus 2026, dari sebelumnya sebesar 2,76 persen (yoy) pada Juli 2026.
Selain itu, pelaku pasar menantikan data neraca perdagangan yang diperkirakan mencatatkan defisit sebesar 0,3 miliar dolar AS pada Juli 2026, dari sebelumnya mencatatkan defisit 0,45 miliar dolar AS pada Juni 2026.
Adapun, pertumbuhan impor diperkirakan masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekspor. Sedangkan indeks PMI Manufacturing diestimasikan sedikit naik di level 50,5 pada Agustus 2026 dari sebelumnya 50,2 pada Juli 2026.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar menantikan data RatingDog Manufacturing PMI dari China, yang diperkirakan naik ke level 51 pada Agustus 2026, dari sebelumnya di level 50,9 pada Juli 2026. Sedangkan indeks Consumer Confidence Jepang diestimasikan sedikit naik di level 35 pada Agustus 2026.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar menantikan data inflasi Euro yang diperkirakan naik menjadi 3,3 persen (yoy) pada Agustus 2026, dari sebelumnya di level 2,9 persen (yoy) pada Juli 2026.
Dari Amerika Serikat (AS), pelaku pasar menantikan rilis indeks ISM Manufacturing PMI yang diperkirakan sedikit turun di level 55,2 pada Agustus 2026, dari sebelumnya di level 55,6 pada Juli 2026.
Sementara itu, untuk jobs opening AS diperkirakan di level 7,3 juta pada Juli 2026, dari sebelumnya di level 7,36 juta pada Juni 2026.
Dari sentimen geopolitik, serangan AS terhadap Iran memicu kenaikan harga minyak kembali. Jika harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama, berpotensi akan kembali mendorong kenaikan laju inflasi.
Sementara itu, bank sentral AS The Fed mengisyaratkan akan lebih memfokuskan diri menurunkan inflasi menuju target The Fed, yang semakin meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed berpotensi meningkatkan suku bunga pada September 2026 mendatang.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pertemuan para menteri keuangan, gubernur bank sentral, serta pejabat lainnya dari negara-negara G20 di Asheville, Carolina Utara, AS.
Selain itu, investor akan memantau serangkaian rilis data ekonomi untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS, termasuk data non-farm payrolls (NFP) AS yang akan diumumkan pada Jumat (4/9/2026).
Harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 2 persen pada Senin (31/8/2026), setelah pasukan AS menyerang dua peluncur roket Iran di Pulau Larak, yang menandai kembalinya pertempuran antara AS dengan Iran.
Sementara itu, U.S. 10-year Bond Yield naik 2 bps di level 4,75 persen di tengah para investor memantau perkembangan di Timur Tengah serta pertemuan para pemimpin keuangan dari G20.
Bursa Eropa bergerak variatif pada Senin (31/8/2026) pekan kemarin, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,07 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,29 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,17 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,79 persen.
Sementara bursa Wall Street AS kompak melemah pada Senin (31/8/2026), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,33 persen ke level 7.686,14, indeks Nasdaq Composite melemah 0,12 persen ke 26.370,89, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,70 persen ke 53185,90.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,33 persen ke 65.093,00, indeks Shanghai melemah 0,17 persen ke 3.979,4, indeks Kospi melemah 0,52 persen ke 6.784,28, indeks Hang Seng melemah 1,22 persen ke 25.255,00, dan indeks Straits Times melemah 0,48 persen ke 5.727,47.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.