Jakarta - Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK) mendorong Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin) memperbanyak praktik langsung guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ketua Pembina YPK Emil Arifin, dalam siaran pers Kementerian Koperasi di Jakarta, Rabu, mengatakan kebutuhan terhadap SDM yang siap mengelola koperasi semakin besar seiring dengan pengembangan KDKMP di berbagai daerah.
“Kesempatan ini harus diisi. Kebutuhan tenaga di pedesaan seiring pembangunan KDKMP sangat besar. Ikopin harus menjadi penyedia kader yang siap menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Emil dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Ikopin, di Jatinangor, Jawa Barat, Rabu.
Menurut dia, pembenahan Ikopin perlu diarahkan agar proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang sesuai dengan kebutuhan koperasi dan masyarakat di daerah.
Emil mengatakan Ikopin juga perlu mengembangkan riset dan teknologi yang dapat langsung diterapkan untuk menjawab kebutuhan di tingkat desa.
“Ikopin harus menjadi lembaga yang melahirkan bibit unggul. Bibit SDM dan melakukan riset hingga mengembangkan teknologi yang bisa langsung diterapkan di daerah,” katanya lagi.
Ia mencontohkan pengembangan kegiatan ekonomi seperti budi daya tanaman pangan, peternakan unggas, hingga komoditas bernilai tambah seperti ulat sutera yang dapat dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi masing-masing desa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan transformasi Ikopin harus mampu menghasilkan kader koperasi yang modern, profesional, dan mandiri serta relevan dengan kebutuhan koperasi saat ini.
“Ikopin juga diharapkan melahirkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata koperasi, termasuk dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” ujarnya pula.
Ferry menyebut sejumlah aspek yang perlu dibenahi, antara lain efisiensi operasional, program studi, peningkatan kualitas dan kuantitas mahasiswa, diversifikasi sumber pendapatan, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Di sisi lain, Wakil Ketua Pembina YPK Burhanuddin Abdullah menekankan reformasi Ikopin tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan administrasi maupun efisiensi biaya, tetapi harus mencakup organisasi, tata kelola, sumber daya manusia, sistem kerja, pemasaran, hingga modernisasi kelembagaan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.