Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Indonesia berbelasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia

NadiKabar Biro
Indonesia berbelasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Indonesia berbelasungkawa atas mangkatnya Raja Harald V dari Norwegia.

Jakarta - Pemerintah Indonesia secara resmi menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Norwegia atas mangkatnya Raja Harald V pada 28 Agustus lalu.

Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melalui pernyataan yang ditulisnya dalam buku duka cita saat berkunjung ke Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta, Selasa (1/9).

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, saya menyampaikan simpati dan belasungkawa kepada Kerajaan Norwegia dan rakyatnya atas wafatnya Yang Mulia Raja Harald V,” kata Sugiono dalam ucapan duka citanya, sebagaimana disiarkan dalam sosial media X di Jakarta, Rabu.

Menlu RI menyampaikan bahwa Raja Harald V akan selalu dikenang atas kepemimpinan, kehangatan, dedikasi, dan kerendahan hatinya, terutama semasa berbakti sebagai kepala negara Norwegia.

“Warisan kepemimpinannya akan terus menginspirasi generasi mendatang,” tambahnya.

Kehadiran Sugiono untuk menyampaikan ucapan duka cita mencerminkan penghormatan masyarakat dan pemerintah Indonesia atas mangkatnya Raja Harald V, sekaligus mencerminkan eratnya persahabatan antara Indonesia dan Norwegia.

Adapun kedatangan Sugiono ke Kedubes Norwegia untuk menandatangani buku duka cita disambut oleh Wakil Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Christian Groseth.

Raja Harald V meninggal dunia pada 28 Agustus, dalam usia 89 tahun, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Nasional di Oslo sejak 17 Agustus, menurut pengumuman pihak kerajaan.

Pihak kerajaan menyampaikan bahwa Harald telah menerima pengobatan kortison untuk penanganan anemia hemolitik, penyakit darah yang menyebabkan penumpukan cairan di tubuh. Kesehatannya semakin memburuk setelah dia menderita infeksi bakteri pada aliran darahnya, menurut laporan televisi nasional NRK.

Menyusul kemangkatan Harald, Putra Mahkota Haakon langsung menjadi kepala negara baru Norwegia sebagai Raja Haakon VIII, sebagaimana diatur konstitusi negara tersebut.

Pada 1 September, Raja Haakon VIII menyatakan sumpah setianya kepada Konstitusi Norwegia dalam sebuah upacara di Parlemen Norwegia.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia