Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Indonesia terlibat aktif kembangkan vaksin untuk percepat eliminasi TB

NadiKabar Biro
Indonesia terlibat aktif kembangkan vaksin untuk percepat eliminasi TB
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Indonesia terlibat aktif kembangkan vaksin untuk percepat eliminasi TB.

Jakarta - Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Lucia Rizka Andalucia mengatakan bahwa Indonesia terlibat aktif dalam pengembangan vaksin tuberkulosis (TB) sebagai salah satu upaya mempercepat eliminasi penyakit tersebut di Tanah Air.

"Seluruh dunia belum ada (vaksin TB). Pengembangan vaksin ini sedang dilakukan dan alhamdulillah Indonesia terlibat aktif dalam pengembangan vaksin TB,” ujar Lucia saat Annual Meeting IASMED 2026 di Jakarta, Sabtu.

Lucia mengatakan vaksin menjadi salah satu modalitas penting dalam upaya eliminasi TB, selain obat dan alat diagnosis yang saat ini telah tersedia.

Menurutnya, Indonesia masih menghadapi beban TB yang berat. Indonesia yang sebelumnya berada di posisi ketiga negara dengan kasus TB terbanyak di dunia, kini berada di posisi kedua setelah India.

Karena itu, eliminasi TB menjadi salah satu program Quick Win Presiden dalam bidang kesehatan, bersama dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penguatan kapasitas rumah sakit.

Lucia menjelaskan pengalaman Indonesia dalam pelaksanaan uji klinis vaksin COVID-19 pada masa pandemi menjadi pelajaran penting mengenai perlunya keterlibatan dalam pengembangan vaksin.

Menurut dia, pelaksanaan uji klinis di dalam negeri dapat membantu Indonesia memperoleh akses terhadap vaksin secara lebih cepat ketika vaksin tersebut telah tersedia.

“Kalau kita tidak melakukan uji klinik untuk vaksin ketika pandemi itu, kita tidak punya akses pada vaksin dengan cepat,” katanya.

Dalam pengembangan vaksin TB, Lucia menyebut Indonesia saat ini memiliki tiga kandidat yang dapat diakses dan dikembangkan untuk kepentingan Indonesia.

Salah satunya adalah kandidat vaksin M72 yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan GSK dan Gates Foundation. Kandidat tersebut saat ini telah memasuki uji klinis fase 3.

Selain itu, Indonesia juga mengembangkan kandidat vaksin TB secara mandiri melalui Bio Farma dan Lipotek, serta kandidat lainnya yang dikembangkan Etana bersama CanSino.

Kandidat yang dikembangkan Bio Farma dan Lipotek serta Etana dan CanSino masih berada pada tahap awal uji klinis, yakni fase 1.

“Mudah-mudahan semuanya punya etik yang baik dan aman,” ujar Lucia.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia