Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Ini Kabar Terbaru Proyek Tol Puncak dari Menteri PU

NadiKabar Biro
Ini Kabar Terbaru Proyek Tol Puncak dari Menteri PU
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Ini Kabar Terbaru Proyek Tol Puncak dari Menteri PU.

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek Tol Puncak yang menghubungkan Caringin-Puncak-Cianjur hingga kini belum masuk tahap konstruksi. Pemerintah masih menunggu penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS) sebelum proyek tersebut dapat bergerak ke tahapan berikutnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan, kajian kelayakan proyek tersebut masih belum rampung. Artinya, pembangunan fisik Tol Puncak belum dapat dimulai dalam waktu dekat.

"Kayaknya masih FS-nya belum kelar ini. Setahu saya FS-nya sepertinya belum selesai," kata Dody kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Tol Puncak direncanakan membentang sekitar 52 kilometer dan terbagi menjadi lima seksi. Jalan tol ini nantinya akan terkoneksi dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan dilanjutkan hingga Cianjur.

Dari sisi tahapan proyek, penyelesaian FS menjadi pintu masuk sebelum pekerjaan teknis dan pengadaan badan usaha dilakukan. Pemerintah kini mendorong agar proses kajian tersebut dapat dituntaskan dalam tahun ini.

"Kalau bisa sih harusnya saya sih minta kalau bisa secepat-cepatnya tahun ini bisa selesai," ujar Dody.

Setelah FS selesai, proyek tidak serta-merta langsung masuk tahap pembangunan. Pemerintah masih harus menyiapkan detail engineering design (DED) dan menyelesaikan proses lelang sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai.

"Jadi kemudian bisa dilanjutkan dengan DED dan seterusnya sehingga tahun depan sudah bisa mulai fisiknya gitu," kata Dody.

Dengan tahapan tersebut, target konstruksi Tol Puncak dipatok mulai pada 2027. Namun, target tersebut bergantung pada kelancaran penyelesaian FS, DED, hingga proses lelang yang menjadi prasyarat sebelum pembangunan fisik.

Rencana Tol Caringin-Puncak-Cianjur sebelumnya telah disampaikan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp24,37 triliun dan diharapkan menjadi alternatif akses menuju kawasan Puncak yang selama ini menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Meski target fisik diarahkan mulai tahun depan, Dody menegaskan proyek tersebut masih harus melewati proses pengadaan terlebih dahulu. Dengan demikian, posisi proyek saat ini masih dalam tahap persiapan, bukan konstruksi.

"(Setelah itu) baru lelang ya, masuk ke lelang," kata Dody.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia