Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

IP fiksi ilmiah dan budaya digital China ramaikan Worldcon California

NadiKabar Biro
IP fiksi ilmiah dan budaya digital China ramaikan Worldcon California
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait IP fiksi ilmiah dan budaya digital China ramaikan Worldcon California.

Los Angeles - Kekayaan intelektual (IP) dan produk fiksi ilmiah (sci-fi) dan budaya digital China dari Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, menarik perhatian luas dalam ajang World Science Fiction Convention (Worldcon) ke-84 yang sedang berlangsung di California Selatan, Amerika Serikat (AS).

Konvensi tahun ini, yang berlangsung dari 27 hingga 31 Agustus di Anaheim Convention Center di Orange County, California Selatan, mempertemukan ribuan penggemar, penulis, seniman, aktor, ilmuwan, serta pencinta sci-fi dan fantasi dari berbagai penjuru dunia. Deretan IP dan produk sci-fi dan budaya digital dari Chengdu dipamerkan dalam konvensi tersebut, termasuk KORMO, yang merupakan maskot Worldcon 2023, Walulu, All Wishes Came True!, merchandise Doctor Who, serta PANDA HOMELAND Heaney.

Carolina Gomez Lagerlof, ketua European Science Fiction Society, mengatakan kepada Xinhua bahwa minat terhadap fiksi ilmiah China meningkat secara signifikan di Eropa Barat dalam beberapa tahun terakhir, dan semakin banyak karya fiksi ilmiah China kini tersedia dalam bentuk terjemahannya.

Lagerlof mengatakan bahwa dirinya juga terkejut dengan besarnya minat terhadap fiksi ilmiah di China setelah mengunjungi negara tersebut dan bertemu dengan para penggemar di sana

Robert J. Sawyer, seorang penulis sci-fi ternama asal Kanada yang meraih penghargaan Hugo dan Nebula, menyebut IP sci-fi dan budaya digital dari Chengdu sebagai "sorotan" inovasi China dalam konvensi tersebut.

"Luar biasa melihat hal ini (sci-fi) menjadi begitu populer ... melihat generasi muda membaca tentang sains, teknologi, komputer, kecerdasan buatan, menjelajahi tata surya, hingga melampaui tata surya," kata Sawyer kepada Xinhua. Mengenai inovasi dan gaya penulisan para penulis fiksi ilmiah China, Sawyer mengatakan bahwa mereka menulis tentang terobosan-terobosan ilmiah yang menarik dengan cara yang dahulu digunakan para penulis fiksi ilmiah Barat, tetapi memanfaatkan seluruh teknologi dan ilmu pengetahuan yang tersedia saat ini, termasuk komputasi, fisika kuantum, perjalanan luar angkasa, dan bioteknologi. Dia juga menyoroti keragaman budaya sci-fi China, termasuk karya seni, novel grafis, video animasi komputer, film, serta produksi televisi China. Menilai pertukaran internasional penting bagi perkembangan fiksi ilmiah, dia mengatakan bahwa penulis dan editor dari China, Kanada, Eropa, dan AS telah bekerja sama dalam berbagai proyek yang menghadirkan beragam perspektif mengenai masa depan.

Chen Shi, sekretaris jenderal Chengdu Science Fiction Society, mengatakan bahwa komunitas fiksi ilmiah di Chengdu berharap dapat menampilkan daya tarik sci-fi China dalam konvensi tersebut, mempelajari pengalaman Hollywood dalam inovasi dan pengembangan sektor sci-fi, serta semakin memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan komunitas sci-fi internasional. Sejak digelar pertama kali pada 1939, Worldcon telah menjadi pertemuan tahunan World Science Fiction Society dan salah satu ajang budaya terpenting dalam dunia fiksi ilmiah. Hugo Award yang diberikan dalam ajang tersebut merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi yang paling diincar di bidang fiksi ilmiah dan fantasi.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia