Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Iran sebut AS keliru menganggap negosiasi sebagai tindakan mendikte

NadiKabar Biro
Iran sebut AS keliru menganggap negosiasi sebagai tindakan mendikte
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Iran sebut AS keliru menganggap negosiasi sebagai tindakan mendikte.

Istanbul - Iran menuduh Amerika Serikat (AS) keliru menganggap negosiasi sebagai ajang untuk mendikte dan menegaskan bahwa pendekatan semacam itu tidak akan berhasil terhadap Teheran.

“Amerika telah keliru memahami konsep negosiasi sebagai tindakan mendikte, sesuatu yang jelas tidak akan berhasil terhadap Iran,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers, Selasa.

Baqaei menuduh Washington bertindak dengan “itikad buruk” dan tidak memiliki arah yang jelas dalam pendekatannya terhadap Iran. Ia menilai AS telah terjebak dalam apa yang disebutnya sebagai kesalahan strategis.

“Selama mereka bertindak dengan cara seperti ini, mereka tentu tidak akan memperoleh hasil apa pun selain apa yang telah mereka capai sejauh ini,” ujarnya.

Menanggapi serangan AS baru-baru ini terhadap Pulau Khark di Iran, Baqaei mengatakan Washington telah berulang kali melakukan tindakan yang dianggap Teheran sebagai agresi. Ia memperingatkan bahwa pasukan Iran akan merespons setiap serangan lebih lanjut.

Ia juga menuduh AS melanggar Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, yang menurutnya telah ditandatangani di tingkat tertinggi oleh Presiden Donald Trump.

Ia menambahkan bahwa Washington telah menyetujui sejumlah komitmen berdasarkan kesepakatan tersebut, tetapi memutuskan untuk melanggarnya sekitar tiga pekan setelah ditandatangani.

Lebih lanjut, Baqaei mengatakan Teheran akan menentukan langkah selanjutnya terkait kesepakatan tersebut berdasarkan perkembangan situasi.

Ia juga menuduh Washington terus memberlakukan sanksi dan blokade laut serta meningkatkan apa yang disebutnya sebagai perang ekonomi terhadap Iran.

Meski demikian, Baqaei mengatakan Iran akan terus menggunakan diplomasi bila diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

“Kami tentu, dengan mempertimbangkan seluruh aspek, akan menggunakan kemampuan dan instrumen diplomasi bila diperlukan, baik untuk menjelaskan posisi kami maupun untuk memastikan dan mempertahankan hak-hak rakyat Iran” katanya.

Ia juga mengatakan Iran tetap menjalin kontak rutin dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), tetapi membantah bahwa saat ini terdapat negosiasi baru antara Teheran dan badan pengawas nuklir PBB tersebut.

Baqaei turut menegaskan kembali posisi Teheran bahwa tidak ada aktivitas nuklir di lokasi Kuh-e Kolang (Pickaxe Mountain), setelah Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi baru-baru ini mengatakan tidak ada bukti kuat yang mendukung tuduhan mengenai aktivitas nuklir di lokasi tersebut.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia