Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, guna menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem pesisir.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tahura Ngurah Rai Provinsi Bali, I Putu Agus Juliartawan, menilai mangrove memegang peran krusial dalam melindungi pesisir Pulau Dewata dari ancaman abrasi.
"Mangrove menjadi salah satu solusi penting untuk mempertahankan bahkan memperluas daratan. Sebab, mangrove memiliki peran strategis yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh infrastruktur buatan manusia," kata Agus dalam kegiatan penanaman di Bali, Rabu.
Kegiatan bertajuk Green Action Mangrove Bali 2026 pada Rabu ini juga menghadirkan fasilitas Living Laboratory Mangrove sebagai pusat pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan aspek konservasi, penelitian, edukasi, pengembangan ekowisata, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh BLDF sebagai langkah konkret untuk mewujudkan ekosistem pesisir yang lebih lestari di kawasan Bali yang memiliki luas mangrove lebih dari 3.000 hektare tersebut.
Sementara itu, Director of Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan kegiatan penanaman ini meneruskan komitmen BLDF di kawasan tersebut dalam mendukung pemulihan kawasan pesisir.
Pada tahun 2022 dan 2024, pihaknya tercatat telah menanam 10.000 bibit mangrove di wilayah Pemogan.
"Melalui pendekatan ini, mangrove tidak hanya ditanam dan dirawat, tetapi juga dipelajari. Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang tumbuhnya pengetahuan, kolaborasi, dan inovasi dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan," ujar Mutiara.
Dari sisi akademisi, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, menyebutkan pelestarian mangrove harus melampaui kegiatan penanaman semata.
Menurutnya, fasilitas living laboratory memungkinkan kawasan itu menjadi ruang penelitian yang terbuka dan kolaboratif, sehingga manfaat mangrove dirasakan secara ekologis, sosial, dan ekonomi.
Gerakan pelestarian lingkungan pesisir ini turut menggandeng pemerintah Provinsi Bali, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Simbar Segara, 50 mahasiswa dari Universitas Udayana, serta kreator konten lingkungan Ananda Priantara.
Keterlibatan generasi muda secara langsung dinilai menjadi bagian penting untuk menerjemahkan isu keberlanjutan menjadi aksi nyata yang dekat dengan keseharian.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.