Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kerja sama sister city dengan sejumlah kota di Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya memperluas diplomasi perkotaan dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
"Jakarta memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi kota global," kata Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) Indroyono Soesilo saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8), sebagaimana keterangan pers KBRI di Washington, Selasa.
"Kerja sama sister city, pengembangan pendidikan, industri kreatif, hingga peluang menghadirkan musisi dan industri film internasional harus kita lihat sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Jakarta di panggung dunia," kata Indroyono.
Menurut dia, kerja sama antarkota tidak hanya bertujuan mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, budaya, pendidikan, dan kreativitas yang memiliki daya saing internasional.
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas tindak lanjut berbagai agenda strategis, termasuk penguatan kerja sama sister city Jakarta dengan sejumlah kota di Amerika Serikat, pembangunan Indonesia Center di New York, program beasiswa bagi talenta muda Jakarta, serta pengembangan industri kreatif dan hiburan internasional.
Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah kemitraan Jakarta dengan Los Angeles. Hubungan kedua kota dalam format sister city telah mencakup berbagai bidang, antara lain perdagangan, ekonomi, pariwisata, seni dan budaya, lingkungan, perencanaan kota, pendidikan, serta sains dan teknologi.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama Jakarta-Los Angeles juga berkembang ke bidang transportasi ramah lingkungan, termasuk kolaborasi antara TransJakarta dan Pemerintah Kota Los Angeles.
Kerja sama tersebut akan menjadi salah satu agenda yang relevan dalam rencana pertemuan Gubernur Pramono Anung dengan Wali Kota Los Angeles Karen Bass pada forum Urban 20 (U20), yang merupakan bagian dari rangkaian pertemuan G20 di New York pada 19-23 September 2026.
Selain Los Angeles, Jakarta juga memiliki kerja sama dengan Arkansas yang tercatat dalam dokumen kemitraan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kemitraan tersebut membuka peluang kerja sama lebih lanjut dalam bidang ekonomi, budaya, dan layanan publik.
Sementara itu, rencana menjalin kerja sama sister city antara Jakarta dan New York juga terus mengemuka.
Pertemuan Pramono dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani, Wali Kota Los Angeles Karen Bass, dan Wali Kota Washington, DC Muriel Bowser dalam forum U20 diharapkan dapat memperkuat jejaring Jakarta dengan kota-kota besar di AS.
Dalam pertemuan dengan Dubes Indroyono, Gubernur Pramono juga membahas pembangunan Indonesia Center di sekitar Broadway dan Times Square, New York. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi etalase permanen Indonesia di salah satu pusat ekonomi dan pariwisata dunia.
Selain diplomasi perkotaan, kerja sama pendidikan juga menjadi perhatian. Pemprov DKI Jakarta berencana mengirim pemuda-pemudi berbakat dari Jakarta untuk melanjutkan pendidikan jenjang S2 dan S3 di sejumlah universitas terkemuka di AS melalui program beasiswa Pemerintah Provinsi Jakarta.
Indroyono mengatakan berbagai agenda tersebut menunjukkan besarnya peluang Jakarta untuk semakin aktif dalam jejaring kota-kota dunia.
Di sektor industri kreatif, Jakarta juga diarahkan menjadi salah satu pusat hiburan internasional.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang fasilitasi bagi kehadiran musisi dan grup musik internasional, seperti BTS, The Weeknd, Guns N’ Roses, dan Metallica.
Kehadiran musisi internasional dinilai tidak hanya berdampak pada penyelenggaraan konser, tetapi juga dapat memperkuat citra Jakarta, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta meningkatkan daya tarik kota di mata masyarakat internasional.
Pemprov Jakarta juga membahas peluang kerja sama dengan Motion Picture Association untuk mendorong pengembangan Jakarta sebagai salah satu lokasi produksi film internasional.
Melalui berbagai agenda itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperluas peran Jakarta dari sekadar pusat pemerintahan dan ekonomi nasional menjadi simpul diplomasi perkotaan, pendidikan internasional, serta industri kreatif di kawasan Asia, demikian tulis keterangan pers tersebut.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.