Tanjungpinang - Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Reda Manthovani menyebutkan Pulau Penyengat berperan besar dalam perjalanan sejarah Melayu dan perkembangan peradaban di kawasan tersebut.
Menurutnya, hal itu ditandai dengan berbagai peninggalan sejarah yang masih terjaga di Pulau Penyengat sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan sejarah Kerajaan Melayu, kebudayaan, tradisi intelektual, dan warisan Islam dalam satu kawasan.
"Pulau Penyengat sangat luar biasa, saya senang bisa menginjakkan kaki ke pulau bersejarah ini," kata Reda dalam kunjungannya ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu.
Dalam kunjungan tersebut Jamintel didampingi langsung Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan jajaran.
Rangkaian kunjungan diawali di Balai Adat Indera Perkasa. Di lokasi tersebut, Gubernur Ansar memperkenalkan sejarah Kesultanan Riau-Lingga, termasuk silsilah Raja Ali Haji, salah satu tokoh penting dalam perkembangan intelektual dan kebudayaan Melayu.
Ansar juga memperlihatkan maket museum dan Monumen Tugu Bahasa Pulau Penyengat. Ia menjelaskan warisan pemikiran Raja Ali Haji melalui karya monumental Gurindam Dua Belas menjadi salah satu peninggalan penting dalam perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke kompleks makam Raja Hamidah atau Engku Putri dan makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Rombongan memanjatkan doa sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan perjuangan Raja Ali Haji dalam membangun peradaban serta menjaga identitas budaya Melayu.
Rangkaian kunjungan ditutup di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Di sana, Ansar menjelaskan sejarah pembangunan masjid yang menjadi salah satu ikon Pulau Penyengat, termasuk keunikan arsitektur dan ornamen yang menghiasi bangunan tersebut.
Ansar mengatakan Pulau Penyengat tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga merupakan bagian penting dari kekayaan budaya dan destinasi wisata Kepri. Pulau mungil ini merupakan salah satu jejak penting kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga.
"Kami ingin memperkenalkan bahwa Kepri memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan warisan Islam yang sangat kuat, sekaligus memiliki potensi pariwisata yang terus dapat dikembangkan," ujar Ansar.
Lebih lanjut Ansar mengatakan pengenalan sejarah dan budaya Pulau Penyengat menjadi bagian dari upaya memperkuat citra sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Pada saat yang sama upaya tersebut penting guna menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi mendatang.
"Kunjungan Jamintel dan rombongan Kejagung RI jadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya Melayu, serta potensi pariwisata Pulau Penyengat yang menjadi bagian penting dari identitas Kepri," ucap Ansar.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.