Jakarta - Sarapan menjadi salah satu kebiasaan makan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi sebelum memulai aktivitas. Menu sarapan yang seimbang juga dapat mendukung pola makan sehat sepanjang hari.
Melewatkan sarapan memang tidak otomatis menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan. Namun, sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara kebiasaan tidak sarapan dengan kualitas pola makan yang lebih rendah serta beberapa faktor risiko kesehatan.
Karena itu, sarapan sebaiknya tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Berikut sejumlah manfaat makan pagi bagi tubuh.
1. Membantu memenuhi kebutuhan energi
Setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama tidur malam, sarapan dapat menjadi kesempatan untuk kembali memenuhi kebutuhan energi sebelum menjalani aktivitas.
Menu dengan sumber karbohidrat berkualitas, protein, serta buah atau sayuran dapat memberikan kombinasi zat gizi yang lebih lengkap.
2. Membantu memenuhi kebutuhan zat gizi
Sarapan yang terdiri dari beragam makanan dapat membantu menambah asupan vitamin, mineral, serat, protein, dan zat gizi lainnya.
Pola makan sehat pada dasarnya perlu memenuhi prinsip kecukupan, keseimbangan, keberagaman, dan pembatasan makanan yang kurang sehat. Makanan seperti biji-bijian utuh, buah, sayuran, kacang-kacangan, dan sumber protein dapat menjadi bagian dari pola makan tersebut.
3. Membantu menjaga rasa kenyang
Sarapan dengan kandungan protein dan serat yang cukup dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi membantu mengatur pola makan dan mengurangi keinginan untuk terus mengonsumsi camilan.
Meski demikian, sarapan bukan berarti secara otomatis membuat seseorang mengalami penurunan berat badan. Bukti penelitian mengenai hubungan langsung antara sarapan dan berat badan masih beragam.
4. Mendukung konsentrasi dan fungsi kognitif
Asupan makanan pada pagi hari juga dapat membantu menyediakan energi bagi tubuh dan otak untuk menjalankan aktivitas.
Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi sarapan dengan fungsi kognitif, terutama pada kelompok anak dan remaja. Penelitian terbaru juga menemukan hubungan antara kebiasaan sarapan dan fungsi kognitif yang lebih baik pada kelompok usia paruh baya dan lanjut usia.
5. Membantu membangun pola makan yang lebih sehat
Orang yang rutin sarapan cenderung memiliki asupan zat gizi dan kualitas pola makan yang lebih baik. Sarapan dapat menjadi kesempatan untuk memasukkan makanan bergizi yang mungkin sulit terpenuhi jika seseorang hanya mengandalkan makan siang dan malam.
6. Membantu mengatur asupan makanan sepanjang hari
Sarapan dengan komposisi yang tepat dapat membantu mengendalikan rasa lapar sehingga pola makan sepanjang hari menjadi lebih teratur.
Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada pilihan menu. Sarapan tinggi gula, garam, atau lemak jenuh tidak otomatis menjadi pilihan sehat hanya karena dikonsumsi pada pagi hari.
7. Mendukung pola hidup sehat secara keseluruhan
Kebiasaan sarapan sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup sehat, bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi kesehatan.
Pola makan yang sehat perlu diimbangi dengan aktivitas fisik, tidur cukup, serta konsumsi makanan yang beragam. Makanan tinggi gula bebas, garam, lemak jenuh, dan lemak trans juga perlu dibatasi.
Untuk mendapatkan sarapan yang lebih sehat, pilih kombinasi makanan yang mengandung sumber karbohidrat seperti nasi, roti gandum, oatmeal atau umbi-umbian, kemudian tambahkan protein seperti telur, ikan, tahu, tempe atau kacang-kacangan. Buah dan sayuran juga dapat ditambahkan untuk meningkatkan asupan serat.
Dengan demikian, sarapan tidak harus selalu dalam porsi besar. Yang lebih penting adalah memilih makanan yang beragam dan bergizi sesuai kebutuhan tubuh.
Perlu diketahui, melewatkan sarapan tidak bisa langsung disebut sebagai penyebab berbagai penyakit karena sebagian besar penelitian mengenai hubungan tersebut bersifat observasional. Artinya, faktor lain dalam pola hidup dan pola makan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.