Yogyakarta - Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla saat memimpin langsung operasi kemanusiaan berupa pengiriman bantuan logistik untuk membantu para korban dan penanganan bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pak JK (Jusuf Kalla, red) lagi di Flores memimpin operasi kemanusiaan dan kemarin ada satu kapal besar dari Tanjung Priok yang diberangkatkan untuk mengirimkan bantuan dan sudah mulai didistribusikan, teman-teman PMI seluruh Indonesia sudah turun ke sana," kata Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Sudirman Said di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, paket bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar wanita dan bayi, logistik makanan siap makan, serta perlengkapan sanitasi harian.
"Berikutnya akan dikirimkan bantuan perlengkapan pemulihan seperti cangkul dan sekop guna mendukung kelancaran proses rekonstruksi wilayah pascabencana," katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel relawan di lapangan agar senantiasa mengutamakan keselamatan jiwa saat bertugas serta menghindari risiko bahaya yang membahayakan nyawa termasuk dalam penanganan kebakaran hutan.
"Mohon hati-hati, keselamatan yang utama, karena bagaimana pun kalau kita tidak selamat, tidak bisa bantu orang lain. Jadi bila ada risiko yang mengancam keselamatan, baiknya diihindari dan tetap bekerja sama dengan berbagai instansi terkait," katanya.
Ia menegaskan jajaran relawan PMI di seluruh Indonesia selalu siap dikerahkan untuk membantu penanganan bencana berdasarkan prinsip kesemestaan organisasi.
"Apa pun jenis bencananya, PMI selalu turun, ada empat aspek yakni donor darah, kebencanaan, kemanusiaan, dan satu lagi yang sifatnya membantu seperti korban konfilk. Jadi dimana pun ada bencana termasuk kebakaran, PMI akan membantu," katanya.
Dukungan operasi kemanusiaan tersebut juga diperkuat PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan mengirimkan bantuan obat-obatan sesuai kebutuhan dan permintaan khusus dari PMI Manggarai, NTT.
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan di samping mengirimkan bantuan medis ke luar daerah, PMI DIY tetap memfokuskan pelayanan lokal dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di DIY.
"Penanganan kekeringan di wilayah DIY diperkirakan berlangsung hingga Desember dengan mengerahkan seluruh armada tangki air bersih yang beroperasional," katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di DIY untuk bergotong royong memberikan donasi dan bantuan guna mendukung kelancaran operasional PMI dalam membantu warga.
"Saya mohon seluruh masyarakat DIY bisa membantu. PMI kalau tidak ada bantuan dari masyarakat tidak bisa bekerja apa-apa. Kami ada tujuh tangki yang operasional, sebenarnya ada sembilan, satu rusak bocor dan satu tertinggal di Aceh," katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.