Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

KAI fokus tangani 1.810 jalur perlintasan kereta tanpa penjagaan

NadiKabar Biro
KAI fokus tangani 1.810 jalur perlintasan kereta tanpa penjagaan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait KAI fokus tangani 1.810 jalur perlintasan kereta tanpa penjagaan.

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group memfokuskan penanganan terhadap 1.810 Jalur Perlintasan Langsung (JPL) yang tidak dijaga, sebagai upaya memperkuat keamanan perjalanan kereta api.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan terbaru terdapat 3.674 perlintasan sebidang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.864 perlintasan merupakan perlintasan yang dijaga, sementara 907 perlintasan telah terdaftar namun belum memiliki penjaga, dan 903 perlintasan lainnya belum terdaftar dan tidak dijaga.

"Totally area yang fokus penanganan saat ini adalah 1.810 JPL yang harus kami tangani. Di sini ada yang harus ditutup, ada yang memang kita siapkan penjaga dan juga alatnya," ujar Anne.

Ia menjelaskan dari 1.810 perlintasan yang menjadi fokus penanganan, sebanyak 172 perlintasan sebidang telah berhasil ditutup.

Sementara itu, setelah melalui verifikasi 1.404 perlintasan lainnya masih dalam tahap penanganan, termasuk penyiapan petugas penjaga maupun fasilitas pendukung keselamatan.

Menurut Anne, penanganan perlintasan sebidang menjadi tantangan karena membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar regulasi mengenai keselamatan di perlintasan sebidang dapat berjalan lebih optimal.

"Kadang kalau kita tutup satu tumbuh tiga. Ini perlu banget kami berkoordinasi dengan pemda setempat, pemerintah baik itu di daerah dan pusat, bagaimana regulasi ini kita bisa lebih kencang sanksi yang diberikan karena ini terkait dengan keselamatan," katanya.

Anne menegaskan, KAI terus melakukan evaluasi terhadap seluruh perlintasan sebidang yang belum memenuhi persyaratan keselamatan.

Katanya, perlintasan yang tidak memungkinkan untuk dijaga maupun dilengkapi fasilitas keselamatan akan ditutup..

"Tahun ini kita sudah menutup 172 JPL dan semoga 172 ini tidak menghasilkan yang baru lagi. Jadi ini adalah hal yang sangat sulit, tetapi sosialisasi dan edukasi terus kita lakukan," ujar Anne.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia