Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

KAI perkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik di Sumut

NadiKabar Biro
KAI perkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik di Sumut
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait KAI perkuat peran Stasiun Belawan sebagai gerbang logistik di Sumut.

Medan - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara memperkuat peran Stasiun Belawan di Kota Medan sebagai gerbang logistik strategis yang terintegrasi langsung dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara.

Komitmen tersebut mengemuka saat KAI Divre I Sumut mendampingi kunjungan kerja Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, di Medan, Senin, melihat potensi serta kesiapan sarana-prasarana perkeretaapian sebagai tulang punggung logistik daerah.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa Stasiun Belawan memegang posisi vital dalam menjamin kelancaran arus barang, distribusi komoditas, hingga penanganan peti kemas yang terhubung dengan aktivitas kepelabuhanan.

"Stasiun Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan logistik. Keberadaan layanan angkutan barang melalui kereta api menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi komoditas dan peti kemas di Sumatera Utara," katanya.

Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, hingga Agustus 2026, angkutan barang melintasi Stasiun Belawan mencatatkan volume bongkaran hingga 27.460 ton crude palm oil (CPO) dan 537 ton lateks dari berbagai pabrik perkebunan menuju pelabuhan.

Sementara itu, untuk angkutan peti kemas tercatat melayani sebanyak 18.636 twenty-foot equivalent unit (TEUs), dengan rincian 12.773 TEUs untuk muat dan 5.863 TEUs bongkar. Khusus untuk volume muat peti kemas, terjadi lonjakan signifikan hingga 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 6.974 TEUs.

"Distribusi peti kemas yang diangkut dari Stasiun Belawan menyuplai simpul-simpul ekonomi daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, turut menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara," katanya.

Selain menjadi simpul logistik, Stasiun Belawan juga memiliki nilai historis dalam layanan angkutan penumpang sebagai pemadu moda transportasi laut menuju pusat Kota Medan. Kereta api penumpang terakhir yang beroperasi di lintas tersebut adalah KA Srilelawangsa relasi Medan–Belawan, sebelum dihentikan operasionalnya pada 2010 akibat penurunan volume peminat.

Terkait hal tersebut, KAI siap mendukung dilakukannya peninjauan dan kajian komprehensif bersama pemangku kepentingan untuk melihat potensi reaktivasi maupun pengembangan angkutan penumpang di masa mendatang.

"Pengembangan layanan perkeretaapian tentu membutuhkan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, kesiapan prasarana, serta aspek operasional. KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis untuk mengoptimalkan potensi konektivitas serta memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai pusat integrasi logistik maupun angkutan penumpang di Sumatera Utara," katanya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia