Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kaltim percayakan Desa Kahala wakili lomba mitigasi stunting nasional

NadiKabar Biro
Kaltim percayakan Desa Kahala wakili lomba mitigasi stunting nasional
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kaltim percayakan Desa Kahala wakili lomba mitigasi stunting nasional.

Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempercayakan Desa Kahala di Kabupaten Kutai Kartanegara mewakili lomba desa dalam mitigasi stunting tingkat nasional, seiring kemampuan desa ini dalam melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan tengkes.

"Selain itu, Desa Kahala juga menjadi juara 1 Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan, Pencegahan, dan Penanganan Stunting tingkat Provinsi Kaltim 2026," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Siti Sugiyanti yang dihubungi dari Samarinda, Kamis.

Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan kementerian terkait tentang lomba tersebut, agar pihaknya bersama Desa Kahala bisa menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan terkait lomba tingkat nasional tahun ini, baik terkait teknis hingga jadwal penilaian.

Ia mengatakan, dari 25 anak berisiko stunting (termasuk 2 anak stunting) pada 2025, yang rutin dilakukan penanganan hingga pemberian makanan tambahan, perkembangan saat ini menunjukkan kondisi terus membaik dan berat tubuh mereka bertambah.

Sedangkan mitigasi tengkes (stunting) baik pencegahan hingga penanganan tersebut, katanya, desa yang berlokasi di Kecamatan Kenohan ini menerapkan enam inovasi yang disatukan dalam satu program, yakni Kahala Ceria (Keluarga Kahala Cegah Stunting Ibu dan Anak Sehat Bahagia).

"Enam inovasi tersebut meliputi Inovasi Pangan Lokal, Dapur Sehat Desa, Program Seluang, Posyandu Gembira, Posyandu Kawasan Ramah Anak, dan Inovasi Terpadu Pencegahan Stunting," ujar Siti.

Inovasi Pangan Lokal diarahkan untuk mengoptimalkan bahan pangan yang tersedia di Kahala sebagai sumber makanan bergizi dan beragam bagi keluarga, mulai dari identifikasi bahan pangan, edukasi gizi seimbang, pengolahan pangan, hingga demonstrasi menu sehat berbahan lokal.

Untuk Dapur Sehat Desa ditujukan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menyiapkan makanan yang aman, bergizi dan sesuai kebutuhan ibu serta anak. Mencakup edukasi menu, praktik pengolahan makanan, hingga edukasi kebersihan dan keamanan pangan.

Sementara Program Seluang berfokus memperkuat dukungan kepada keluarga melalui penetapan sasaran berdasarkan data, pendampingan dan edukasi keluarga, koordinasi kader, serta pemantauan dan tindak lanjut.

Inovasi Posyandu Gembira untuk mengembangkan suasana pelayanan yang menarik, ramah, edukatif dan menyenangkan sehingga keluarga terdorong datang secara rutin, melalui penimbangan, pengukuran dan pencatatan, edukasi, hingga aktivitas bermain.

Kemudian Posyandu Kawasan Ramah Anak diarahkan menciptakan lingkungan pelayanan yang aman, nyaman dan bersih untuk mendukung tumbuh kembang anak, berupa penyediaan area aman, stimulasi dan permainan edukatif, serta edukasi pengasuhan dan keselamatan anak.

"Adapun Inovasi Terpadu Pencegahan Stunting, menjadi payung koordinasi yang menghubungkan data sasaran, pelayanan kesehatan, intervensi gizi, pengasuhan, lingkungan, hingga tindak lanjut bagi keluarga berisiko stunting," katanya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia