Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur berhasil menembus peringkat ketujuh nasional setelah Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kaltim mencapai skor 44,11 berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional RI tahun 2025.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Samarinda, Senin, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran pembangunan literasi di "Benua Etam" terus mengalami perkembangan positif.
"Capaian itu patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat gerakan literasi di seluruh wilayah Kaltim," kata Rudy pada Festival Literasi sekaligus pencanangan Gerakan Literasi Kalimantan Timur (GLK) Tahun 2026 di Aula Tower Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim.
Berdasarkan kajian nasional tersebut, Kaltim berada di peringkat ketujuh dari total 38 provinsi di Indonesia.
Menurut Rudy, tantangan literasi di era digital tidak lagi sebatas mendorong masyarakat agar gemar membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi yang diterima secara bijak di tengah derasnya arus media sosial.
Ia menyayangkan kebiasaan di media sosial saat ini yang kerap memberikan respons atau komentar terhadap sebuah informasi hanya berdasarkan judul atau potongan informasi, tanpa membaca keseluruhan isi materi.
Gubernur mengajak generasi muda Kaltim tidak hanya menjadi konsumen atau pengguna informasi, tetapi juga mampu memproduksi informasi sehat dan karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Rudy mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Gerakan Literasi Kaltim sebagai gerakan bersama yang diterapkan secara konkret di sekolah, keluarga, kelurahan, komunitas, hingga tempat kerja, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim Lisa Hasliana mengatakan, Festival Literasi Kaltim menjadi momentum menyatukan komitmen berbagai pihak dalam mendukung gerakan literasi secara berkelanjutan.
Lisa menambahkan, penguatan ekosistem literasi itu dilakukan melalui kolaborasi intensif antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kecakapan literasi.
Pada kesempatan yang sama, Bunda Literasi Kaltim Suraidah Harum mengingatkan makna literasi saat ini perlu diperluas karena generasi muda dihadapkan pada banjir informasi, teknologi digital, kecerdasan buatan, hingga disinformasi.
Oleh karena itu, menurut Suraidah, masyarakat perlu membekali diri dengan kemampuan literasi kesehatan, keuangan, lingkungan, budaya, teknologi, serta keterampilan berpikir kritis guna membentuk karakter yang kuat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.