Jakarta - Federasi Bisnis Singapura (SBF) memperdalam kerja sama bilateral dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menangkap peluang pertumbuhan di tingkat regional.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam dialog bisnis tingkat tinggi yang dipimpin oleh Ketua SBF Mark Lee dan dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi di Jakarta, Rabu.
Dalam keterangan tertulis SBF disebutkan bahwa pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) berdurasi dua tahun yang ditandatangani pada Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat pada 6 Juli 2026.
Kerja sama difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan digital melalui platform Trade AI Advisor (TAIA) Indonesia, pelibatan kebijakan melalui forum bisnis, serta peningkatan kapasitas melalui lokakarya dan temu bisnis.
Ketua SBF Mark Lee menyatakan bahwa peluncuran TAIA Indonesia - platform perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI) generatif pertama di dunia - merupakan bukti nyata keberhasilan kolaborasi bisnis antarnegara ASEAN.
"SBF berkomitmen untuk menerjemahkan kerja sama tingkat tinggi ini menjadi peluang nyata bagi seluruh pelaku usaha, tanpa memandang skala bisnisnya. Menjelang kepemimpinan Singapura di ASEAN pada 2027, kemitraan seperti ini menjadi kunci penting," ujar Mark Lee.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan bahwa kolaborasi ini selaras dengan Indonesia Global Trading Initiative untuk membantu UMKM menembus pasar internasional.
"Melalui TAIA Indonesia, kami membantu pelaku usaha memahami persyaratan perdagangan, mengidentifikasi peluang pasar, dan bertransaksi secara nyata. Kami juga melihat peluang besar untuk memperdalam kerja sama di bidang keberlanjutan dan dekarbonisasi," kata Anindya.
Selain sektor perdagangan digital dan penguatan kapasitas UMKM, kedua belah pihak juga sepakat untuk memperluas kolaborasi pada isu keberlanjutan lingkungan dan pengurangan emisi karbon di kawasan regional.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.