Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kanada mulai buka gerbang untuk import mobil China

NadiKabar Biro
Kanada mulai buka gerbang untuk import mobil China
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kanada mulai buka gerbang untuk import mobil China.

Jakarta - Kanada mulai membuka gerbang untuk kendaraan dari China masuk ke pasar otomotif lokal di sana, mulai September 2026 sebanyak 33.397 unit kendaraan listrik dan hybrid asal China berpeluang untuk diimpor dengan tarif yang lebih rendah.

CarsCoops pada Kamis (3/9) waktu setempat melaporkan bahwa kebijakan tersebut merupakan kelanjutan kesepakatan perdagangan Kanada dan China yang menetapkan kuota kendaraan listrik China, dengan tarif most-favoured-nation sebesar 6,1 persen.

Sebelumnya, diketahui bahwa Kanada telah mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap mobil listrik yang dibuat oleh China di luar Kanada.

Pada periode pertama, 1 Maret hingga 31 Agustus 2026, Kanada menetapkan kuota 24.500 kendaraan. Namun, hanya 15.603 kendaraan yang masuk sehingga masih tersisa 8.897 unit.

Sisa kuota tersebut, kemudian ditambahkan ke periode kedua yang dimulai 1 September. Alhasil, jumlah kendaraan yang dapat masuk pada periode kedua mencapai 33.397 unit.

Menariknya, gelombang awal kendaraan yang memanfaatkan kebijakan tersebut belum didominasi merek China.

Tesla menjadi salah satu penerima manfaat terbesar melalui Model 3 produksi China, sementara Lincoln, Lotus, dan Polestar juga tercatat memanfaatkan skema tersebut.

Namun, situasinya berpotensi berubah. Sejumlah merek China seperti BYD, Chery, dan Geely disebut tengah menjalani proses sertifikasi dan telah terlihat melakukan pengujian kendaraan di Kanada.

Beberapa model, bahkan diperkirakan mulai tersedia bagi konsumen Kanada pada 2027.

Bagi produsen China, perubahan kebijakan ini menjadi peluang penting untuk memperluas pasar di Amerika Utara setelah menghadapi berbagai pembatasan di sejumlah negara.

Di sisi lain, sistem kuota yang menggunakan prinsip "yang pertama datang yang akan dilayani" berpotensi memicu persaingan antarpabrikan untuk mengamankan alokasi impor.

Pemerintah Kanada pun menyatakan, akan mengawasi distribusi kuota guna menjaga akses yang lebih merata.

Dengan tarif yang jauh lebih rendah dibandingkan kebijakan sebelumnya, pasar Kanada kini berpotensi menjadi salah satu pintu masuk baru bagi ekspansi merek otomotif China di Amerika Utara.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia