Banjarbaru - Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan menyebut metode suntik gambut dengan cairan khusus produksi Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda setempat signifikan mengurangi kabut asap setelah bara api dalam tanah benar-benar padam.
"Bisa kita lihat dan rasakan sepanjang Minggu malam hingga Senin siang ini udara di sekitar bandara di Kecamatan Landasan Ulin lebih bersih dan tidak lagi terasa asap pekat," katanya di Banjarbaru, Senin.
Kapolda kembali memimpin pembasahan lahan gambut yang terbakar di kawasan Jalan Sempati Tegal Arum Kelurahan Syamsudin Noor dan Guntung Damar Kelurahan Guntung Payung pada hari ini.
Setelah selama empat hari sejak Kamis (27/8) hingga Minggu (30/8) dilakukan metode suntik gambut menggunakan cairan khusus berbahan dasar minyak nabati (Methyl Ester Sulfonate/MES) yang diracik di Bidlabfor Polda Kalsel.
Areal lahan terbakar di ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor itu memang masih mengeluarkan asap di beberapa titik, bahkan sesekali api muncul kembali ke permukaan.
Namun, jumlahnya terus berkurang dengan upaya pembasahan oleh Polda Kalsel, selain itu pemadaman dari permukaan, termasuk oleh helikopter water bombing dari udara.
Kapolda mengatakan suntik gambut terbilang efektif terhadap pemadaman bara api di dalam tanah, sehingga tidak lagi menyala.
Ditambah cairan khusus yang dicampurkan ke air penampungan berupa kolam bioflok, sehingga efektif menurunkan suhu tanah serta memadamkan bara di bawah permukaan gambut.
"Tanah yang disuntikkan hingga kedalaman dua meter hasilnya dingin dan tidak lagi mengeluarkan asap, artinya bara benar-benar padam," ujarnya.
Dia mengaku berusaha memperbanyak produksi racikan cairan khusus itu dengan memesan bahan baku ke Jakarta dan Surabaya.
Atas perintah Kapolda, Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel AKP Meilia Rahma mengaku telah berkoordinasi dengan pemasok bahan baku tersebut.
"Kami terus teliti di laboratorium racikan yang paling efektif untuk pemadaman lahan gambut selama masa uji coba ini, namun yang pasti bahan yang digunakan aman bagi ekosistem tanah, bahkan bisa menjadi pupuk alami," ujarnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.