Jakarta - Perawatan kulit bagi penderita eksim tidak bisa dilakukan selayaknya tren-tren kecantikan viral semata dan justru harus mengutamakan penggunaan produk yang sederhana serta melembapkan kulit.
Senior Brand Manager PT Galderma Indonesia Firdha Wanda menjelaskan kulit yang lembap ternyata menjadi keuntungan bagi penderita eksim karena sebenarnya dapat membantu memperbaiki skin barrier atau benteng pelindung kulit.
"Menjaga kelembapan sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika kulit sudah terasa sangat kering. Konsistensi dalam perawatan sehari-hari menjadi bagian penting untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap nyaman," kata Firdha dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta,Sabtu.
Firdha mengatakan sebenarnya eksim terjadi karena skin barrier penderita tidak berfungsi dengan optimal dan mengakibatkan kulit lebih cepat kehilangan kadar air.
Kondisi itu apabila tidak didukung dengan produk melembapkan pada akhirnya menciptakan sensasi gatal, kering, dan iritasi yang kerap memicu siklus menggaruk berlebihan.
Maka dari itu, kebutuhan dari kulit wajah yang tergolong sensitif itu perlu dipenuhi dengan deretan bahan-bahan yang tepat.
Firdha pun memberikan beberapa contoh bahan aktif yang perlu diperhatikan penderita eksim dan sebaiknya digunakannya agar ia lebih mudah mencapai tujuan melembapkan kulit lewat perawatan yang tepat.
Pertama ada Glycerin dan Sodium PCA, keduanya berfungsi sebagai humektan atau bahan pelembap yang dapat menarik air ke lapisan dalam kulit.
Bahan lainnya yang tak boleh luput adalah ceramide, bahan ini merupakan lipid alami yang berperan penting memperbaiki struktur skin barrier.
Lalu ada juga emollient yang membantu menghaluskan permukaan kulit yang kasar dan bersisik.
Serta yang terakhir ada colloidal oatmeal berperan sebagai bahan untuk menenangkan sensasi gatal yang parah dan peradangan di kulit.
Kombinasi bahan-bahan tersebut umumnya dapat ditemukan dalam rangkaian perawatan khusus kulit sensitif, seperti Cetaphil Pro AD Derma melalui produk Skin Restoring Wash, Moisturizer, maupun Repair Cream.
Selain memilih kandungan yang tepat, Firdha mengingatkan aspek pengaplikasian produk juga memegang peranan penting.
Salah satu yang perlu dilakukan oleh penderita eksim agar kulit dapat tetap lembap dan tidak meradang adalah dengan menggunakan air yang tidak terlalu panas.
Selain itu, ketika kulit dikeringkan maka ada baiknya pengeringan dilakukan dengan cara menepuk handuk perlahan ke kulit dan tidak menggosoknya.
Agar kelembapannya optimal, pelembap disarankan segera diusapkan saat kondisi kulit masih sedikit basah seusai mandi untuk mengunci hidrasi secara optimal.
Jika terjadi kekambuhan (flare), penggunaan produk baru, pembersih fisik (scrub), maupun bahan aktif yang berpotensi memicu iritasi sebaiknya dihentikan sementara.
Dengan kiat-kiat tersebut, Firdha berharap agar semakin banyak penderita eksim yang teredukasi mengenai perawatan kulit yang tepat sehingga kulitnya tak mudah meradang.
Ia mengingatkan apabila eksim meradang hebat, selain berfokus pada menyiapkan kelembapan kulit maka penderita perlu berkonsultasi pada tenaga medis.
Hal itu tetap diperlukan karena pada ujungnya produk perawatan kulit yang melembapkan tetap tidak bisa mengganti peran terapi medis saat eksim meradang hebat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.