Jakarta - Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada Rabu (2/9) dan bisa dibaca kembali untuk mengawali hari ini.
Berita diawali dengan serba-serbi penanganan peristiwa keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo hingga penyebab perubahan status desil bansos.
1. Bupati: 88 santri korban dugaan keracunan di Sidoarjo masih dirawat
Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan sebanyak 88 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Sidoarjo, korban dugaan keracunan makanan pada Selasa (1/9) masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah setempat.
"Tersisa 88 orang yang masih di rawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo sejak Selasa (1/9). Jadi, total korban dari pihak ponpes sebanyak 566 santri, sedangkan sebanyak 478 santri sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Subandi.
2. BGN "suspend" berat SPPG Sidoarjo Talangangin penyebab keracunan MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan atau suspend berat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur, yang menyebabkan kejadian fatal keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 512 siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.
"Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana.
3. Kemenag pastikan santri yang diduga keracunan tertangani secara cepat
Kementerian Agama memastikan ratusan santri Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo yang diduga mengalami keracunan pada Selasa, dapat tertangani secara cepat dan tepat.
"Yang paling utama saat ini adalah memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan kesehatan dengan baik. Kementerian Agama melalui jajaran di daerah terus memantau perkembangan kondisi mereka dan berkoordinasi dengan pihak pesantren serta instansi kesehatan," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno.
4. BNPB: 615 warga desa dievakuasi hindari paparan erupsi Gunung Sinabung
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 615 warga desa dievakuasi petugas gabungan ke lokasi pengungsian guna mengantisipasi bahaya paparan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa evakuasi warga tersebut dilakukan seiring peningkatan aktivitas vulkanik pascaerupsi besar yang terjadi sejak awal pekan ini.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak sekitar 211 keluarga atau 615 jiwa warga Desa Kuta Tengah telah berada di lokasi pengungsian Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran," kata dia.
5. Sinkronisasi data BKKBN dan BPS pemicu perubahan status desil bansos
Kementerian Sosial menjelaskan adanya perubahan status desil pada sebagian penerima bantuan sosial (bansos) dipicu oleh proses konsolidasi, verifikasi, dan verifikasi ulang atas data terbaru yang masuk dari BKKBN serta Sensus Ekonomi Sosial BPS.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa saat ini pemutakhiran data nasional tengah berproses intensif di Badan Pusat Statistik (BPS) guna menghasilkan data penanggulangan kemiskinan yang lebih akurat.
"Kemarin itu ada data baru masuk dari BKKBN yang memerlukan sinkronisasi, validasi, dan verifikasi ulang. Nah, itu sedang dilakukan oleh BPS, nanti akan ketemu dengan data terbaru lewat sensus sosial ekonomi," kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.