Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenag petakan kebutuhan satuan pendidikan terdampak gempa di NTT

NadiKabar Biro
Kemenag petakan kebutuhan satuan pendidikan terdampak gempa di NTT
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenag petakan kebutuhan satuan pendidikan terdampak gempa di NTT.

Jakarta - Kementerian Agama memperkuat penanganan dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan masyarakat serta satuan pendidikan Islam terdampak agar bantuan yang disalurkan dapat termanfaatkan secara optimal.

“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak merasa sendiri. Pemerintah harus hadir, dan Ditjen Pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan dukungan, khususnya ketika bencana berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pendidikan,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Jakarta, Rabu.

Suyitno mengatakan respons terhadap bencana perlu dilakukan secara cepat sekaligus terukur. Untuk itu, penyaluran bantuan tidak hanya didasarkan pada kondisi kedaruratan, tetapi juga harus mengacu pada data dan kebutuhan riil di lapangan.

“Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat sangat dinamis. Karena itu, kita harus melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang progresif. Bantuan harus diarahkan kepada kebutuhan yang memang diperlukan,” katanya.

Kemenag mengarahkan agar penanganan dilakukan melalui langkah-langkah progresif, termasuk mengidentifikasi kebutuhan serta komponen anggaran yang memungkinkan digunakan untuk memberikan afirmasi kepada wilayah terdampak.

Menurut Suyitno, lembaga pendidikan memiliki posisi penting dalam proses pemulihan masyarakat. Ketika terjadi bencana, aktivitas pendidikan dapat ikut terdampak, baik dari sisi sarana prasarana maupun kondisi peserta didik dan tenaga pendidik.

Karena itu, Ditjen Pendidikan Islam akan terus mendorong koordinasi dan pendataan agar dukungan yang diberikan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Kita akan terus berkoordinasi dan melihat kebutuhan di wilayah terdampak. Prinsipnya sederhana, kita ingin bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan membantu masyarakat melewati kondisi yang sedang mereka hadapi,” kata Suyitno.

Ia menyampaikan penyaluran bantuan untuk wilayah terdampak bencana juga mencerminkan semangat solidaritas yang menjadi bagian dari nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Ditjen Pendidikan Islam memandang penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta dukungan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Suyitno mengajak seluruh jajaran pendidikan Islam untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Mari kita jadikan penanganan bencana sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas. Pendidikan Islam tidak hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kepedulian, kemanusiaan, dan kebermanfaatan bagi sesama,” kata dia.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia