Jakarta - Kementerian Kebudayaan akan mengangkat wastra Indonesia dalam misi kebudayaan di Amerika Serikat melalui pameran.
"Kita bisa hidupkan literasi budaya, termasuk wastra Indonesia. Intervensi untuk program tersebut sudah mulai banyak, contohnya literasi untuk batik, songket, hingga tenun. Kemarin di Sumba Timur, kami sudah membangun workshop terkait wastra. Kemudian di Amerika sendiri ada juga koleksi tenun Sumatra atau Minang terlengkap di Museum UCLA," ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Menbud Fadli Zon mengadakan dialog strategis bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo di Gedung Kementerian Kebudayaan Jakarta untuk membahas strategi pengembangan ekosistem budaya sekaligus potensi kerja sama bidang budaya antara Indonesia dengan Amerika Serikat.
Dalam hal tersebut, Kementerian Kebudayaan telah mencanangkan program untuk membangun ekosistem pelestarian wastra Indonesia dalam misi kebudayaan di Amerika Serikat, yakni mengadakan pameran wastra di Museum Smithsonian atau di The George Washington University Museum and The Textile Museum.
Fadli Zon menilai Indonesia dan Amerika Serikat memiliki banyak program strategis dalam pemajuan diplomasi budaya, salah satunya pelaksanaan festival budaya di masing-masing negara.
"Indonesia dan Amerika Serikat punya gagasan yang sama terkait kebudayaan. Terakhir ada pameran kebudayaan Indonesia bernama KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat) pada tahun 1990-1991," kata Menbud.
Menurut dia, festival yang menampilkan keragaman budaya di kancah internasional dapat menumbuhkan minat masyarakat global sehingga menimbulkan multiplier effect seperti pembelian produk lokal hingga lonjakan pariwisata internasional.
Menbud Fadli menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kekayaan budaya yang tidak terhingga, mulai dari warisan budaya takbenda hingga warisan budaya berupa situs sejarah serta bangunan.
Dubes Indonesia untuk AS Indroyono mendukung penuh program Kementerian Kebudayaan dalam rangka pemajuan kebudayaan kedua negara.
"Tahun 2024 lalu, Indonesia juga sudah menandatangani MoU dengan Museum Smithsonian," kata Dwisuryo Indroyono.
Kementerian Kebudayaan dan KBRI Washington D.C. optimistis dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Amerika Serikat.
Kolaborasi yang mengintegrasikan promosi wastra, kekayaan warisan sejarah, serta pameran internasional ini diharapkan tidak hanya mampu memperkenalkan identitas budaya Nusantara ke panggung dunia, namun, juga menggerakkan ekonomi kreatif lokal dan mempererat hubungan bilateral kedua negara secara berkelanjutan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.