Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenbud akan kirim tim untuk meninjau lukisan di Museum Le Mayeur

NadiKabar Biro
Kemenbud akan kirim tim untuk meninjau lukisan di Museum Le Mayeur
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenbud akan kirim tim untuk meninjau lukisan di Museum Le Mayeur.

Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan Kementerian akan mengirimkan tim dari Galeri Nasional untuk meninjau lebih lanjut kondisi dan kebutuhan konservasi karya-karya di Museum Le Mayeur di Kota Denpasar, Bali.

"Lukisan Le Mayeur merupakan lukisan yang otentik. Tentu karena ini berada di pinggir pantai, mempunyai tantangan tersendiri di dalam pemeliharaan dan konservasinya," kata Fadli Zon dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu.

Sejumlah karya di museum tersebut memerlukan penanganan konservasi lebih lanjut, khususnya terkait dengan perubahan warna.

"Salah satu tantangannya adalah memudarnya warna-warna. Karena kalau kita lihat warna aslinya, ini kan sangat kuat sekali. Tapi di bawah juga kita lihat tadi ada warna-warna yang memudar. Terutama yang bahannya atau medianya itu adalah karung atau bakor, yang memang pada masa Perang Dunia II sangat langka untuk mendapatkan kanvas,” ujar Fadli Zon.

Dia mengatakan bahwa upaya konservasi terhadap karya-karya Adrien Jean Le Mayeur de Merpres menjadi pekerjaan penting untuk memastikan karya sang maestro tetap terjaga keasliannya, termasuk mempertahankan karakter dan warna lukisan agar tetap mendekati kondisi aslinya.

Selain aspek konservasi, dia juga menyoroti jumlah kunjungan ke Museum Le Mayeur yang masih relatif rendah. Tercatat saat ini, pengunjung didominasi oleh wisatawan asing, khususnya dari Eropa, dengan jumlah rata-rata sekitar 100 pengunjung setiap bulan.

Fadli Zon menilai promosi karya sang maestro perlu terus diperkuat agar sosok, perjalanan, dan karya Le Mayeur semakin dikenal oleh masyarakat luas, sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi karya yang menjadi koleksi museum tersebut.

Museum Le Mayeur merupakan museum seni lukis yang menyimpan jejak perjalanan hidup dan karya pelukis asal Belgia tersebut.

Setelah menjelajah berbagai negara, Le Mayeur menetap di Bali sejak 1933 dan kemudian menikah dengan Ni Nyoman Pollok, seorang penari Legong sekaligus model utama dalam sejumlah karyanya.

Mereka membangun rumah di pesisir Pantai Sanur, tempat Le Mayeur menghasilkan lukisan bergaya impresionisme, yang banyak menggambarkan perempuan Bali, kehidupan masyarakat, ekspresi budaya, serta keindahan alam.

Kini, Museum Le Mayeur menjadi ruang pelestarian yang menyimpan 88 karya seni beserta berbagai aset peninggalan sang maestro.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia