Jakarta - Kementerian Kebudayaan RI meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global sebanyak lima jilid.
“Karya menunjukkan ini menjadi jawaban atas inspirasi panjang terutama para sejarawan dan organisasi menghadirkan penutup akhiran secara nasional, secara kompetensi,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan bahwa peluncuran buku hasil fasilitasi Kementerian Kebudayaan dan penulis yang terlibat diberikan kebebasan terkait materi substansi penulisan tanpa intervensi apapun.
“Sejak awal proses penyusunan, Kementerian Kebudayaan secara konsisten menempatkan diri sebagai konsultator substansi, ideologi, dan narasi untuk diserahkan kepada para sejarah. Secara independen kepada tim penulis untuk menjaga kreativitas, kebebasan akademik, dan prinsip. Dan seharusnya jelas, negara juga bertugas untuk menjamin warga, pencarian, pekerjaan, pengayaan, pengaman sejarah,” katanya.
Buku ini, kata dia, mengusung misi besar untuk mengubah paradigma lama, sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, dan instrument untuk mengasah, menalak, kritis, memahami hak-hak masyarakat.
“Buku ini menempatkan Indonesia sebagai subyek aktif, Indonesia setris, Indonesia perspektif, bukan kolonial perspektif,” tegasnya.
Secara total penulis yang terlibat yakni sebanyak 123 penulis yang memiliki latar belakang sebagai sejarawan, arkeolog, filolog, epigrag, serta peneliti dari 34 universitas dan 11 lembaga nonperguruan tinggi.
Adapun buku sejarah ini secara total terdiri atas 11 jilid, enam jilid lainnya rencananya akan diluncurkan pada September 2026.
Sebanyak lima buku yang diluncurkan yakni jilid pertama berjudul “Akar Peradaban Nusantara”, jilid kedua “Nusantara dalam Jaringan Global”, jilid ketiga “Nusantara Dalam Jaringan Global: Timur Tengah”.
Serta jilid keempat berjudul “Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi” serta kelima “Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial”.
Menbud mengakui bahwa dalam penulisan buku ini memerlukan waktu yang lebih panjang, hal ini berkaitan bukan hanya materi teks saja namun juga terdapat kendala soal hak cipta foto sebagai penyerta teks, editing hingga desain layout yang menambah durasi buku secara keseluruhan.
Buku ini sudah dapat diakses masyarakat melalui website pustakabudaya.id hal ini diharapkan mampu diakses secara luas oleh masyarakat Indonesia di manapun berada serta diharapkan menjadi rujukan berbagai riset.
Pihaknya juga akan memastikan keamanan naskah buku-buku digital tersebut untuk menghindari hal-hal buruk seperti memanipulasi dan meretas naskah buku sejarah.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.