Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemendag: Harga biji kakao naik akibat cuaca buruk dan serangan hama

NadiKabar Biro
Kemendag: Harga biji kakao naik akibat cuaca buruk dan serangan hama
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemendag: Harga biji kakao naik akibat cuaca buruk dan serangan hama.

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan kenaikan harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) komoditas biji kakao periode September 2026 dipicu oleh adanya penurunan produksi akibat cuaca buruk dan serangan hama.

Dalam keterangan di Jakarta, Selasa, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HR biji kakao periode September 2026 ditetapkan sebesar 5.635,76 dolar AS per MT, naik 210,79 dolar AS atau 3,89 persen dari periode sebelumnya.

Dampaknya, HPE biji kakao periode September 2026 menjadi 5.271 dolar AS per MT, naik 206 dolar AS atau 4,07 persen dari periode sebelumnya. HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia.

"Kenaikan HR dan HPE biji kakao periode September 2026 terjadi karena adanya penurunan produksi sebagai akibat dari serangan hama, cuaca yang buruk sebagai dampak El Nino di kawasan produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat," kata Tommy.

Sementara itu, HPE untuk produk kulit pada periode September 2026 tidak berubah dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kemudian, HPE keping kayu (chipwood), HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm² dari jenis hutan tanaman jenis sungkai, dan HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² juga tidak berubah.

Namun, terjadi kenaikan HPE komoditas getah pinus periode September 2026 menjadi sebesar 1.052 dolar AS per MT, naik sebesar 39 dolar AS atau 3,85 persen dari periode Agustus 2026.

Kenaikan juga terjadi pada HPE kayu veneer dari hutan alam; serta HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm² dari jenis meranti, rimba campuran, sortimen lainnya jenis jati, serta hutan tanaman jenis pinus, gmelina, akasia, sengon, balsa dan eukaliptus.

Di sisi lain, terjadi penurunan HPE kayu veneer dari hutan tanaman; HPE kayu lapis untuk kotak kemasan (wooden sheet for packing box); dan HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm² dari jenis merbau, sortimen lainnya eboni, dan hutan tanaman jenis karet.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia