Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemendikdasmen-ESDM percepat penyediaan listrik untuk digitalisasi

NadiKabar Biro
Kemendikdasmen-ESDM percepat penyediaan listrik untuk digitalisasi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemendikdasmen-ESDM percepat penyediaan listrik untuk digitalisasi.

Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat penyediaan listrik, guna mendukung Program Digitalisasi Pembelajaran, termasuk bagi satuan pendidikan di wilayah 3T.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq di Jakarta, Rabu, mengatakan dukungan kelistrikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan digitalisasi pembelajaran.

Menurutnya, perangkat digital harus didukung listrik yang cukup dan andal agar benar-benar memberi manfaat di ruang kelas.

“Pak Menteri Abdul Mu’ti terus mengingatkan agar digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada distribusi perangkat, tetapi benar-benar memperluas akses dan meningkatkan mutu pembelajaran. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh ekosistem pendukungnya siap. Jangan sampai Papan Interaktif Digital sudah sampai di sekolah, tetapi belum dapat dimanfaatkan karena listrik belum tersedia atau dayanya tidak mencukupi. Di sinilah sinergi Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN menjadi sangat penting,” ujar Fajar.

Pada 2026, pihaknya mencatat kebutuhan Papan Interaktif Digital (PID) mencapai sekitar 713 ribu unit dengan kebutuhan daya 2.200 hingga 3.500 VA.

Hasil verifikasi Kemendikdasmen memetakan sebanyak 227.365 satuan pendidikan membutuhkan dukungan kelistrikan, terdiri atas 26.162 penyambungan baru dan 201.203 penambahan daya.

Ia mengatakan perhatian khusus juga diberikan kepada 9.544 satuan pendidikan yang belum dapat dilayani jaringan PLN eksisting.

Untuk sekolah-sekolah tersebut, Kemendikdasmen bersama dengan pihak terkait lainnya membahas alternatif penyediaan listrik sesuai karakteristik wilayah, termasuk tenaga surya berbasis baterai dan sistem off-grid.

Karena itu, Fajar optimistis sinergi lintas sektor dapat mempercepat pencapaian target pemerintah, sekaligus memastikan PHTC Presiden Prabowo semakin menjangkau wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.

“Kami mengapresiasi dukungan Pak Wamen Yuliot, Kementerian ESDM, dan PLN. Kami optimistis, dengan sinergi yang baik, target ini dapat kita capai lebih cepat. PHTC Presiden Prabowo akan semakin menjangkau pelosok negeri sehingga anak-anak di daerah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati transformasi pembelajaran,” kata Fajar.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan kebutuhan listrik bagi digitalisasi pembelajaran dapat disinergikan dengan Program Listrik Desa (Lisdes) Kementerian ESDM.

Menurutnya, sinergi antarkementerian dapat mempercepat pelaksanaan sekaligus menekan kebutuhan biaya, karena program yang sudah tersedia dapat dioptimalkan bersama.

“Kita menyinergikan Program Listrik Desa dengan kebutuhan digitalisasi pembelajaran. Sampai 2029 kami menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik. Tentu ada sarana-sarana pendidikan yang perlu mendapat percepatan penyambungan listrik. Dengan sinergi antarkementerian dan lembaga, percepatan yang dibutuhkan Kemendikdasmen dapat kami dukung,” ujar Yuliot.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia