Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenekraf dorong jamu sebagai produk kreatif bernilai tambah

NadiKabar Biro
Kemenekraf dorong jamu sebagai produk kreatif bernilai tambah
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenekraf dorong jamu sebagai produk kreatif bernilai tambah.

Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi strategis bersama PT Jamu Jago untuk mengoptimalkan potensi jamu sebagai produk kreatif bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan ekosistem jamu nasional bisa menembus pasar global dengan pendekatan yang modern serta dipasarkan dengan format kekinian tanpa menghilangkan akar budayanya.

“Saya percaya jamu bisa mendunia. Agar jamu sejajar dengan produk global, kita harus memodernisasi kemasan serta penyajiannya, baik melalui format kekinian yang mudah diakses maupun bentuk kapsul yang praktis, tanpa menghilangkan akar budayanya,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Irene mengatakan jamu berpotensi menembus pasar global tetapi Indonesia masih menghadapi tantangan besar pada supply chain, branding, dan kelangkaan wirausahawan untuk skala industri. Dalam kolaborasi bersama PT Jamu Jago, Kemenekraf menyelaraskan program dalam menjaga keberlanjutan tradisi kesehatan herbal serta memberdayakan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di dalam rantai pasoknya sebagai langkah awal.

Jamu Jago juga memaparkan inisiatif strategis untuk menghidupkan kembali budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup modern generasi muda melalui edukasi dan inovasi produk.

“Kita perlu bergerak cepat agar produk jamu ini benar-benar berputar untuk menggerakkan ekonomi Indonesia, sehingga nantinya seluruh persiapan yang matang ini dapat dengan mudah dikolaborasikan di berbagai lokasi yang ditargetkan,” kata Irene.

Sinergi ini sejalan dengan tren positif industri berbasis kearifan lokal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor kuliner memberikan kontribusi terbesar terhadap ekonomi kreatif pada tahun 2025, yaitu mencapai 41,06 persen dengan pertumbuhan sebesar 8,44 persen.

Nilai ekspor barang ekonomi kreatif pada subsektor ini juga meningkat dari 0,23 miliar dolar AS pada periode Januari–April 2025 menjadi 0,28 miliar dolar AS pada periode Januari–April 2026.

Komisaris Utama Jamu Jago Bambang Sutantio, mengatakan siap menindaklanjuti arahan dari Wamen Ekraf demi kebangkitan jamu Indonesia diantaranya memastikan ketersediaan barang dan pergerakan logistik yang cepat serta rincian kebutuhan untuk jalannya program Jamu Jago.

"Kami sangat senang Ibu Wamen Ekraf memiliki visi yang sama untuk membangkitkan jamu sampai kancah global. Terima kasih atas diskusi yang produktif untuk kemajuan program Jamu Jago, dan kami siap menindaklanjuti seluruh arahan Ibu Wamen demi kebangkitan jamu Indonesia," ujar Bambang.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia