Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Duta Besar Republik Filipina untuk Republik Indonesia Christopher B. Montero memperkuat kerja sama untuk meningkatkan peluang ekonomi kreatif dengan mendorong kolaborasi talenta dan pelaku usaha kreatif kedua negara untuk memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan kerja sama Indonesia-Filipina memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya dalam pertukaran talenta, tetapi juga menciptakan produk dan inisiatif baru yang memiliki nilai ekonomi.
“Kita memiliki banyak kesamaan dan potensi untuk saling melengkapi. Saya berharap kita dapat memperkuat kolaborasi talenta Indonesia dan Filipina untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Riefky, Filipina memiliki talenta dan industri kreatif yang telah dikenal secara global. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kolaborasi lintas subsektor sekaligus memperluas akses pelaku ekonomi kreatif ke pasar regional.
Kerja sama tersebut telah mulai diwujudkan melalui kolaborasi Batik-Barong yang memadukan pakaian tradisional Barong Filipina dengan teknik dan motif batik Indonesia. Produk lintas negara tersebut menjadi contoh penggabungan kekayaan budaya kedua negara menjadi karya kreatif dengan potensi pasar baru.
Selain pengembangan produk, Indonesia dan Filipina juga membahas peluang pertukaran promosi serta pop-up exhibition produk kreatif di kedua negara. Skema tersebut dapat membuka akses langsung bagi pelaku usaha kreatif untuk memperkenalkan produknya sekaligus menguji respons pasar di negara mitra.
Di tingkat regional, kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif ASEAN. Indonesia mendukung inisiatif Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026 untuk membentuk ASEAN Center of Excellence for Creative Industries (ACE-CI) di Manila.
Pusat tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan eksplorasi industri kreatif negara-negara ASEAN, sehingga pengembangan ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing negara.
Dubes Filipina untuk RI Christopher B. Montero mengatakan pihaknya melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama konkret dengan Indonesia. Filipina juga tertarik mempelajari pengembangan kelembagaan ekonomi kreatif Indonesia.
“Kami berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif kedua negara,” kata Montero.
Kerja sama ini akan diperkuat melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang digelar di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. Indonesia juga membuka peluang bagi Filipina untuk menjadi tuan rumah WCCE 2028.
Dengan penguatan kerja sama tersebut, Indonesia dan Filipina berpeluang menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru ASEAN, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi talenta dan pelaku usaha kreatif di kawasan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.