Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenhut ingatkan Pemprov Bengkulu tingkatkan kesiapan hadapi karhutla

NadiKabar Biro
Kemenhut ingatkan Pemprov Bengkulu tingkatkan kesiapan hadapi karhutla
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenhut ingatkan Pemprov Bengkulu tingkatkan kesiapan hadapi karhutla.

Bengkulu - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tidak menunggu kepastian El Nino atau kondisi darurat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita tidak perlu menunggu kepastian terjadinya El Nino atau menunggu kondisi menjadi darurat untuk meningkatkan persiapan," kata Staf Ahli Menteri Kehutanan (Menhut) Bidang Perubahan Iklim Haruni Krisnawati di Bengkulu, Selasa.

Haruni mengatakan Bengkulu saat ini berada pada periode yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi terhadap potensi karhutla. Meskipun kondisi hotspot (titik panas) bulanan 2026 yang terdeteksi di Bengkulu relatif kecil dibandingkan sejumlah provinsi lain, namun upaya pencegahan tetap perlu menjadi perhatian.

Menurut dia, kejadian karhutla dapat meningkat secara signifikan pada periode kondisi iklim kering, termasuk ketika terjadi El Nino. Karena itu kesiapan perlu dilakukan lebih awal tanpa menunggu kondisi menjadi darurat.

Dia mengatakan pemerintah memiliki berbagai sumber informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk bergerak lebih awal, mulai dari informasi prakiraan cuaca, data hotspot, catatan kejadian karhutla hingga pengetahuan masyarakat di lapangan.

"Prinsip yang kami gunakan tentunya adalah early warning yang diikuti dengan early action," katanya.

Haruni menjelaskan prinsip tersebut perlu diterapkan melalui peringatan dini, deteksi dini, dan tindakan dini. Ketika terdapat hotspot, indikasi peningkatan risiko itu harus segera diterjemahkan menjadi peningkatan patroli, persiapan personel dan sarana prasarana, serta verifikasi lapangan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan sumber air di wilayah yang rawan karhutla. Menurut dia, keterbatasan sarana dan prasarana serta ketersediaan sumber air dapat menjadi kendala ketika kebakaran sudah terjadi.

Karena itu sumber air dan akses menuju lokasi rawan kebakaran perlu diidentifikasi sejak awal. Langkah tersebut dinilai penting agar petugas jangan baru mencari sumber air ketika api sudah meluas.

Selain kesiapan sarana, Haruni meminta perusahaan dan pemegang perizinan meningkatkan patroli serta menyiapkan personel dan peralatan di wilayah pengelolaannya. Koordinasi dengan masyarakat sekitar pun juga perlu diperkuat.

Menurut dia lokasi yang berulang kali mengalami kebakaran perlu mendapat perhatian khusus. Pemerintah dan pemangku kepentingan diminta mencari penyebab kebakaran agar persoalan yang mendasari dapat diselesaikan.

"Kalau penyebabnya tidak diselesaikan, maka kita akan terus kembali ke tempat yang sama untuk memadamkan ini," ujar Haruni.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia