Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenhut tutup sementara sembilan taman nasional rawan karhutla

NadiKabar Biro
Kemenhut tutup sementara sembilan taman nasional rawan karhutla
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenhut tutup sementara sembilan taman nasional rawan karhutla.

Palembang - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menutup sementara sembilan taman nasional yang dinilai memiliki risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah mitigasi sekaligus menjaga efektivitas penanganan kebakaran.

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni di Palembang, Senin, mengatakan penutupan tersebut dilakukan setelah sejumlah kawasan taman nasional turut mengalami karhutla, sehingga membutuhkan dukungan sumber daya pemadaman.

Kebijakan penutupan sementara tersebut akan disampaikan secara resmi melalui surat edaran. Pemerintah terlebih dahulu menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat sebagai pemberitahuan awal.

Sembilan taman nasional yang ditutup sementara meliputi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, khususnya jalur pendakian Gunung Semeru, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Gunung Ciremai, Taman Nasional Tambora, Taman Nasional Manusela, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Leuser, serta Taman Nasional Lorentz pada jalur tertentu.

Selain penutupan sementara, Kemenhut menerapkan pembukaan terbatas di beberapa kawasan konservasi. Kawasan tersebut meliputi Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang atau Argopuro, serta Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

"Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat risiko kebakaran dan kondisi masing-masing kawasan," katanya.

Ia menjelaskan kebakaran di kawasan konservasi turut memengaruhi strategi pemerintah dalam menangani karhutla di wilayah prioritas.

Sejumlah helikopter water bombing yang sebelumnya diprioritaskan untuk penanganan karhutla di enam provinsi harus dikerahkan ke taman nasional yang mengalami kebakaran.

"Beberapa helikopter (water bombing) yang harusnya diprioritaskan di enam provinsi yang mengalami karhutla, namun karena ada kebakaran di taman nasional membuat heli ini juga di-deploy ke taman nasional untuk melakukan pemadaman," ujarnya.

Menurutnya, penutupan sementara bukan dimaksudkan untuk membatasi masyarakat yang ingin menikmati kawasan konservasi, tetapi sebagai langkah untuk mengutamakan keselamatan pengunjung serta mendukung pengendalian karhutla.

Ia mencontohkan kondisi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, khususnya Gunung Semeru, yang sebelumnya menghadapi situasi berisiko hingga menyebabkan sekitar 170 pendaki terjebak, kemudian berhasil dievakuasi.

"Penutupan ini bukan bermaksud untuk membatasi keinginan pendaki, tapi risiko sangat tinggi di TNBTS, sehingga mengakibatkan 170-an pendaki yang terjebak, namun bisa dievakuasi," ujarnya.

Penanganan kebakaran di kawasan konservasi juga membutuhkan sumber daya yang besar, sehingga berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menangani karhutla di enam provinsi prioritas.

"Namun, upaya pemadamannya lumayan menyulitkan. Sekali lagi sangat mengganggu konsentrasi kita di enam provinsi prioritas. Oleh karena itu, dilakukan penutupan secara sementara dan terbatas," kata Raja Juli.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia