Ambon - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan menjajaki kolaborasi dengan Universitas Pattimura (Unpatti) untuk memperkuat pengembangan kampung nelayan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan daya tawar masyarakat pesisir di Maluku.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Ambon, Rabu, mengatakan dukungan perguruan tinggi diperlukan agar program ketahanan pangan sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan lebih produktif serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat nelayan.
"Tentu kami siap bekerja sama dengan Unpatti dan universitas lainnya. Ini salah satu kampus terbaik," kata dia kepada awak media.
Menurut dia, kolaborasi dengan kampus menjadi penting karena pemerintah tengah mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kampung nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Ia mengatakan nilai tukar nelayan (NTN) saat ini berada di kisaran 103, masih lebih rendah dibandingkan nilai tukar petani yang mencapai sekitar 127. Pemerintah menargetkan NTN dapat meningkat hingga sekitar 120 pada akhir 2027.
Ia menjelaskan kampung nelayan tidak hanya diarahkan sebagai kawasan permukiman, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dilengkapi fasilitas untuk memperkuat posisi nelayan dalam rantai perdagangan hasil perikanan.
Fasilitas tersebut, antara lain balai lelang, cold storage, stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBN), bengkel, serta sarana pendukung lainnya.
Keberadaan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, kata dia, dapat mengurangi ketergantungan nelayan untuk segera menjual ikan dengan harga murah ketika hasil tangkapan sedang melimpah.
"Dengan adanya tempat penyimpanan, nelayan memiliki waktu dan daya tawar yang lebih baik dalam menjual hasil tangkapannya," katanya.
Dirinya menilai Unpatti memiliki posisi strategis untuk mendukung program tersebut, khususnya karena Maluku memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar.
"Di NTT, Maluku, Maluku Utara, kita butuh kerja sama dengan kampus. Apalagi kita sementara mengembangkan nilai ekonomi blue carbon," katanya.
Ia berharap, kerja sama dengan perguruan tinggi dapat menghasilkan pendekatan yang tepat dalam pengembangan kampung nelayan, mulai dari penguatan kelembagaan, teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil perikanan, hingga pengembangan potensi ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Dengan demikian, pengembangan kampung nelayan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memperkuat rantai nilai dan pendapatan masyarakat sehingga kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.