JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong 317 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berkembang menjadi koperasi modern yang produktif dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan penguatan kapasitas pengurus melalui program magang penting untuk menyiapkan pengelola KDKMP yang kompeten dan mampu mengembangkan usaha koperasi.
"Para peserta membawa bekal pembelajaran mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing," katanya saat menutup program magang pengurus KDKMP di Lamongan, Minggu.
Sebagai informasi, program magang pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha digelar selama delapan hari diikuti 54 pengurus KDKMP dari 31 provinsi se-Indonesia melalui pembekalan, studi kunjungan, dan praktik langsung di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat Lamongan.
Destry menjelaskan program tersebut memberikan pengalaman praktis kepada pengurus untuk menerapkan tata kelola koperasi secara profesional dan mengembangkan potensi usaha di daerah masing-masing.Program ini berisi materi yang mencakup tata kelola, kewirausahaan, kepemimpinan, pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, pembiayaan, penyusunan proposal bisnis, dan mitigasi risiko.
Menurut dia, pengalaman dan jejaring yang diperoleh menjadi modal untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan usaha KDKMP setelah peserta kembali ke daerah.
"Keberhasilan program tidak hanya diukur dari keikutsertaan peserta selama kegiatan, tetapi dari penerapan pengetahuan tersebut dalam pengembangan koperasi," katanya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Lamongan, sebanyak 317 KDKMP telah terbangun secara fisik dan 90 unit di antaranya mulai beroperasi.
Kepala Bidang Perkoperasian Diskopum Kabupaten Lamongan Yusup Efendi mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan, terutama terkait kesiapan pengurus menjalankan kegiatan usaha koperasi.
"Dari jumlah 317 KDKMP, sebanyak 90 unit telah beroperasi. Ini membawa tantangan tersendiri, terutama terkait kesiapan pengurus dalam menjalankan operasional koperasi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa respons masyarakat cukup positif, salah satu KDKMP bahkan mencatat omzet hingga Rp14 juta dalam sehari saat peluncuran awal, dengan produk yang banyak diminati berupa beras, minyak goreng, dan elpiji.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.