Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenkop minta pengurus KDKMP terapkan hasil magang di daerah

NadiKabar Biro
Kemenkop minta pengurus KDKMP terapkan hasil magang di daerah
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenkop minta pengurus KDKMP terapkan hasil magang di daerah.

Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) segera menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program magang di koperasi di daerah masing-masing.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, mengatakan keberhasilan program magang tidak hanya diukur dari kehadiran peserta selama delapan hari, tetapi dari langkah nyata yang dilakukan setelah mereka kembali ke daerah.

“Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing,” kata Destry dalam acara Penutupan Magang bagi Pengurus KDKMP Sektor Serba Usaha di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (29/8).

Sebanyak 54 pengurus KDKMP dari 31 provinsi mengikuti program magang di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan pada 23-30 Agustus 2026.

Peserta merupakan pengurus yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan perkoperasian melalui learning management system (LMS) maupun pelatihan dasar perkoperasian lainnya.

Program magang juga dilaksanakan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diikuti 36 pengurus KDKMP di sektor pertanian.

Menurut Destry, penguatan KDKMP perlu dimulai dari pengurus yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat kewirausahaan.

Selama magang, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan materi, tetapi juga mengikuti studi kunjungan dan praktik langsung.

Materi yang diberikan mencakup regulasi dan kebijakan perkoperasian, tata kelola koperasi, koordinasi antara pengurus dan pengelola, kewirausahaan dan kepemimpinan, identifikasi potensi usaha, hingga pengembangan inovasi.

Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai kolaborasi, inkubasi, circular business, ekosistem bisnis berkelanjutan, pengelolaan keuangan, strategi pembiayaan dan permodalan, penyusunan proposal bisnis, evaluasi, serta mitigasi risiko.

Destry menilai pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kerja yang diperoleh selama magang dapat menjadi modal bagi pengurus untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan usaha KDKMP di daerah.

Ia menegaskan pengurus KDKMP merupakan ujung tombak dalam menghadirkan koperasi yang modern, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat,” kata Destry.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkoperasian, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Yusup Efendi mengatakan Lamongan menjadi daerah dengan jumlah KDKMP yang telah terbangun secara fisik terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 317 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 unit pada tahap pertama telah mulai beroperasi.

Menurut Yusup, banyaknya KDKMP yang telah terbangun juga menghadirkan tantangan, terutama dalam kesiapan pengurus menjalankan operasional koperasi.

Namun, ia menyebut respons masyarakat terhadap keberadaan KDKMP cukup positif. Ia menyebut salah satu KDKMP di Lamongan bahkan mencatat omzet hingga Rp14 juta dalam satu hari pada masa peluncuran awal, terutama dari penjualan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan LPG.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia