Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kemenperin ajak industri manfaatkan IEU-CEPA guna pacu ekspor

NadiKabar Biro
Kemenperin ajak industri manfaatkan IEU-CEPA guna pacu ekspor
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kemenperin ajak industri manfaatkan IEU-CEPA guna pacu ekspor.

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak pelaku industri nasional memanfaatkan peluang dari implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing ekspor manufaktur Indonesia ke pasar global.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Selasa mengatakan, IEU-CEPA menjadi salah satu instrumen strategis bagi industri nasional di tengah dinamika persaingan global yang semakin ketat.

Menurut dia, penandatanganan IEU-CEPA membuka prospek pasar yang besar bagi berbagai produk Indonesia. Sejumlah komoditas dan produk manufaktur berpotensi memperoleh akses pasar yang lebih baik, termasuk produk tekstil dan pakaian jadi, alas kaki, elektronik, produk kayu dan olahannya, serta berbagai produk industri lainnya.

Pemerintah, lanjut Febri, terus mempersiapkan pelaku industri agar mampu memenuhi standar, ketentuan, serta preferensi konsumen di pasar Uni Eropa.

Di sisi lain, kinerja industri manufaktur nasional pada Agustus 2026 masih berada dalam kondisi relatif stabil di tengah dinamika permintaan dan persaingan pasar.

Ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari S&P Global yang tercatat sebesar 49,8 pada Agustus 2026, sedikit melambat dari 50,2 pada Juli 2026.

Febri menyampaikan, pergerakan marginal PMI pada Agustus dipengaruhi oleh penyesuaian produksi serta efisiensi tenaga kerja akibat dinamika persaingan pasar lokal yang ketat.

Meski demikian, terdapat sejumlah indikator positif yang menunjukkan ketahanan dan potensi pemulihan cepat sektor industri manufaktur nasional.

“PMI manufaktur pada Agustus memang kembali berada sedikit di bawah level 50. Namun, kita juga melihat adanya peningkatan tipis pada permintaan baru dan kepercayaan bisnis yang terus membaik. Ini menunjukkan bahwa pelaku industri masih melihat prospek pasar yang cukup baik ke depan,” ujar Febri.

Febri menjelaskan, berdasarkan laporan S&P Global, permintaan baru meningkat tipis untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Sementara itu, optimisme pelaku industri terus membaik pada Agustus dan berada pada level tertinggi dalam tujuh bulan.

“Perbaikan keyakinan atau optimisme ini menjadi modal penting bagi industri untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus menangkap peluang pasar yang semakin terbuka. Pemerintah akan terus memastikan iklim usaha dan kebijakan industri dapat mendukung peningkatan daya saing manufaktur nasional,” lanjutnya.

Selain mendorong pemanfaatan peluang ekspor melalui IEU-CEPA, Kemenperin juga menjaga keseimbangan antara kelancaran kegiatan usaha dan pengembangan daya saing industri nasional melalui kebijakan Pertimbangan Teknis (pertek).

Pada prinsipnya, Kemenperin menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Karena itu, instrumen pertek tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi tekanan terhadap permintaan produk industri dalam negeri.

Febri menjelaskan, apabila kebutuhan suatu produk di dalam negeri mencapai 100 unit sementara industri nasional hanya mampu memasok 80 unit, maka kekurangan 20 unit dapat dipenuhi melalui impor. Namun, arus impor tetap perlu dikendalikan agar tidak membanjiri pasar domestik.

"Kalau seandainya nanti impor yang masuk bukan 20 tapi dibebaskan terus masuk 100, jadikan 120, pasar domestik kan jadi banjir," kata Febri.

Kemenperin menegaskan komitmennya untuk terus menjaga iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan akses bahan baku, penguatan pemanfaatan produk dalam negeri (P3DN), perlindungan pasar domestik dari banjir produk impor murah, serta percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) seperti IEU-CEPA.

"Dengan permintaan baru yang mulai berbalik arah menuju ekspansi, inflasi yang mereda, serta dibukanya akses pasar Eropa secara luas lewat IEU-CEPA, kami meyakini indeks PMI Manufaktur Indonesia akan kembali melaju pesat di zona ekspansif pada bulan-bulan mendatang," pungkas Febri.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia