Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kementan dorong transisi peternakan ayam bebas sangkar

NadiKabar Biro
Kementan dorong transisi peternakan ayam bebas sangkar
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kementan dorong transisi peternakan ayam bebas sangkar.

Jakarta - ‎Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peralihan sistem pemeliharaan ayam petelur dari kandang baterai ke sistem bebas sangkar atau cage free demi kesejahteraan hewan dan keamanan pangan.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Wirata mengatakan resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik berlebih pada peternakan intensif menjadi ancaman serius jika tidak segera diatasi.

‎"Resistensi antimikroba itu adalah suatu hal yang sangat ditakutkan. Bahkan ada satu kajian yang mengatakan kalau ini tidak diantisipasi, tidak dicarikan solusi, resistensi antimikroba itu akan menjadi momok yang sangat menakutkan di tahun 2050," ujar Ketut dalam acara Beyond the Cage di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu.

‎Dalam sistem kandang baterai, ruang gerak setiap ekor ayam hanya sekitar 450 sentimeter persegi, lebih kecil dari selembar kertas A4, sehingga ayam tidak bisa mengepakkan sayap, bertengger, mandi debu, maupun bersarang. Kajian European Food Safety Authority (EFSA) pada 2019 mencatat prevalensi Salmonella pada telur dari sistem kandang baterai 25 persen lebih tinggi dibanding sistem bebas sangkar.

Ketut menjelaskan penerapan kesejahteraan hewan mengacu pada prinsip lima kebebasan yang berlaku universal bagi hewan ternak, termasuk ayam petelur.

‎"Ada lima kebebasan hewan, mulai dari bebas lapar, haus, sakit, stres, hingga bebas mengekspresikan perilaku alaminya," katanya.

Penerapan sistem bebas sangkar telah dimulai di sejumlah daerah, seperti Jawa Barat dan Bali. Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 sebagai dasar penerapan kesejahteraan hewan dalam pemeliharaan unggas.

Peternak bebas sangkar dari PT Inti Prima Satwa Sejahtera Roby Gandawijaya, mengatakan sistem ini kini lebih mudah diterapkan, karena sudah ada training center di Yogyakarta.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia