Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kementan nilai progres cetak sawah 2026 di Tanah Papua masih rendah

NadiKabar Biro
Kementan nilai progres cetak sawah 2026 di Tanah Papua masih rendah
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kementan nilai progres cetak sawah 2026 di Tanah Papua masih rendah.

Jayapura - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai progres pelaksanaan program cetak sawah tahun anggaran 2026 di Tanah Papua masih rendah sehingga perlu dilakukan percepatan pekerjaan di sejumlah lokasi.

Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian Hermanto di Jayapura, Sabtu, mengatakan di Papua menjadi salah satu wilayah dengan target terbesar, namun setelah dilakukan addendum, target tersebut disesuaikan dari sekitar 61.000 hektare menjadi sekitar 15.000 hektare.

"Untuk di Papua kami telah disesuaikan targetnya tersebut namun progres konstruksi hingga saat ini baru mencapai sekitar 16-17 persen," katanya.

Menurut Hermanto, sehingga pihaknya hari ini melakukan evaluasi mencakup progres fisik, tata kelola administrasi, serta berbagai kendala di lapangan, baik teknis maupun sosial.

"Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang menghambat pelaksanaan program di lapangan," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya menilai dengan capaian 16-17 persen tersebut masih rendah untuk itu perlu dilakukan rakor evaluasi tersebut.

"Karena pada pertengahan masa kontrak seharusnya progres pekerjaan telah melampaui 50 persen," katanya lagi.

Dia berharap agar seluruh pihak yang terlibat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kendala pekerjaan, termasuk memastikan ketersediaan alat berat dan memperjelas pembagian tugas di setiap lokasi.

"Melalui rapat koordinasi tersebut, kami sangat mendorong penyusunan solusi yang terukur serta langkah percepatan agar pembangunan sawah baru di Papua dapat diselesaikan secara efektif dan berkelanjutan," ujarnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia