JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat layanan air bersih untuk pengungsi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam penanganan kondisi darurat karena menyangkut langsung kesehatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.
“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Kementerian PU terus bergerak melakukan pendataan, pemeriksaan, dan penanganan infrastruktur yang terdampak, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Hingga 27 Agustus 2026, sebanyak 214.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada 21.740 jiwa di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada.
Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sejak 19 Agustus 2026 dan menyasar berbagai lokasi terdampak, mulai dari posko pengungsian, fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, hingga permukiman warga.
Layanan air bersih kini juga diperkuat dengan penambahan sarana distribusi di sejumlah wilayah terdampak.
Kementerian PU mengoperasikan 12 unit Mobil Tangki Air (MTA) dan 27 unit Hidran Umum (HU) untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutama di lokasi pengungsian dan wilayah yang sistem air minumnya terdampak gempa.
Di Kabupaten Manggarai, pelayanan air bersih di Posko Kecamatan Reok saat ini tersedia 2 unit Mobil Tangki Air (MTA) yang melayani dua posko utama, yaitu Posko Golo Conggo dan Posko Barangkolong.
Selain itu, terdapat 1 unit MTA milik relawan yang melayani kebutuhan air bersih di posko-posko mandiri di Kecamatan Reok.
Dua MTA tersebut telah mendistribusikan sebanyak 16.000 liter air bersih ke Posko Barangkolong untuk memenuhi kebutuhan 1.890 jiwa.
Di Manggarai Timur, dukungan layanan darurat diperkuat dengan empat unit MTA dan 17 unit HU. Pada saat yang sama, Kementerian PU bersama pemerintah daerah melakukan identifikasi kerusakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), antara lain di Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Pipa transmisi SPAM Rana Mese mengalami putus total, sementara SPAM Kota Komba tengah ditangani melalui pengelasan oleh UPTD setempat.
Sepanjang periode 19–27 Agustus, distribusi di Manggarai Timur dilakukan ke sejumlah lokasi, termasuk Desa Pota, Nangambaur, Golo Lijun, Nangambaling, serta sejumlah posko di Kecamatan Borong dan Sambi Rampas.
Sementara di Nagekeo, layanan air bersih diberikan ke sejumlah titik di Kecamatan Aesesa dan wilayah lainnya, termasuk Kelurahan Danga, Rumah Jabatan Bupati, RSU Aeramo, Posko Lapangan Berdikari, hingga sejumlah posko mandiri.
Pada 27 Agustus, distribusi kembali dilakukan ke Posko Terpadu Gua Maria Batunitu, Desa Danga, Desa Nangadero, dan Desa Renduwawo.
Di Ngada, distribusi air bersih menjangkau sejumlah lokasi di Kecamatan Riung dan Riung Barat, termasuk Nangamese, Desa Ria, Wolomese, Lana Mai, hingga Desa Ngara. Pada 27 Agustus, sebanyak 20.000 liter air disalurkan ke posko mandiri dan warga terdampak di Desa Ngara, Kecamatan Riung Barat.
Di Sikka, distribusi air bersih dilakukan antara lain ke Posko Pengungsian Gelora Samador dan Desa Ladolaka, Kecamatan Palue. Untuk memperkuat layanan darurat, satu unit MTA juga ditempatkan di Desa Baopaat, Kecamatan Lela.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.