Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membenarkan pemindahan kantor pusat dari sebelumnya di Jalan Kebon Sirih No.1, Menteng, Jakarta Pusat, ke Gedung Grha Merah Putih, Kuningan, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang sebelumnya merupakan kantor PT Telkom Indonesia.
"Kami sedang berkoordinasi dengan Danantara, dan dalam waktu dekat ini BGN akan menempati Grha Merah Putih yang saat ini menjadi kantor Telkom dan orang yang menempati Grha Merah Putih itu akan menempati gedung Telkom yang di belakangnya, gedungnya lebih tinggi," kata Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI yang dipantau dari Jakarta, Kamis.
Sudaryono menegaskan, pihaknya tengah mengajukan dan berkoordinasi dengan Danantara terkait pemindahan tersebut.
"Insyaa Allah dalam satu-dua bulan ini kami akan pindah kantor ke Grha Merah Putih," ujar dia.
Sudaryono juga memastikan terus mengawasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari perbaikan tata kelola perbaikan program prioritas peningkatan gizi nasional tersebut.
Ia memastikan anggaran tahun 2027 dapat mencapai target pemenuhan gizi nasional untuk menjangkau 72,4 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah usia PAUD-SMA serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
Berdasarkan surat bersama pagu indikatif Menteri Keuangan nomor S-228/MK.03/2026 dan Menteri PPN/Kepala Bappenas nomor B-385/D.9/PP.04.03/05/2026 tanggal 7 Mei 2026, total anggaran tahun 2027 untuk BGN sebesar Rp240,2 triliun.
"Anggaran tersebut terdiri dari program pemenuhan gizi nasional Rp232,8 triliun (96,95 persen) dan dukungan manajemen Rp7,32 triliun (3,05 persen). Kami terus berusaha untuk terus bekerja dengan tim, dengan dukungan moral Komisi IX kami akan terus memperbaiki tata kelola Program MBG ini guna mencapai target pemenuhan gizi nasional," paparnya.
Sudaryono menjelaskan, anggaran tahun 2027 BGN per program sesuai Surat Bersama Pagu Anggaran (SPBA) untuk penyediaan dan penyaluran MBG untuk anak sekolah sebesar Rp198,9 miliar, sedangkan untuk sasaran 3B yakni Rp33,5 triliun.
Sementara itu, target penerima manfaat bagi anak sekolah usia PAUD hingga SMA di tahun 2027 sebanyak 60,5 juta, sedangkan untuk sasaran 3B sebanyak 11,8 juta.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.