Jambi - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan bahwa penanganan Satgas Karhutla di Provinsi Jambi cukup baik dan dibuktikan dengan semakin berkurangnya titik api atau fire spot yang terjadi sampai saat ini terus berkurang jumlahnya.
"Untuk hari ini jumlah luas lahan terbakar di Jambi semakin berkurang atau sudah padam, seiring dengan kerja sama tim Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi mencatat luas lahan yang terbakar per hari Selasa (1/9/) mencapai 13 hektare," kata Suharyanto di Jambi, Rabu.
BNPB mencatat pihaknya belum bisa memastikan delapan hektare yang masih dipadamkan itu tidak bertambah. Sebab, hari ini juga akan dilakukan patroli untuk memantau titik api baru dan berdasarkan data fire spot dari Kementerian Kehutanan, setiap titik panas kemudian dipastikan di lapangan melalui patroli, apakah benar karhutla atau sumber panas lain.
Suharyanto mengatakan dalam rapat koordinasi (Rakor) Satgas Karhutla Jambi dengan Menhut dan BNPB tersebut juga dilaporkan telah dilaksanakan patroli udara dan dari hasil pantauan ditemukan satu titik yang diduga kebakaran baru meski masih kecil.
“Ini teknik yang digunakan untuk memonitor, mengetahui seberapa luas lahan terbakar harian dan jadi setiap hari data-data bisa terpantau secara real time,” katanya.
Ia menjelaskan data hotspot dari satelit bisa mencakup semua sumber panas, termasuk kompor, pembakaran sampah, hingga panas dari pabrik. Untuk meyakinkan apakah itu karhutla, harus dicek secara fisik melalui patroli udara atau darat.
BNPB berpesan agar Satgas Karhutla di Provinsi Jambi bisa terus bekerja sama dalam menanggulangi karhutla yang puncak musim kemarau-nya terjadi pada September ini, maka perlu terus waspada dan melakukan antisipasi jangan sampai api membesar dan meluas.
"Tim darat dan udara harus bersama-sama memadamkan karhutla yang terjadi di wilayahnya," kata Letjen TNI Suharyanto.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.