Jakarta - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menaksir kerugian akibat kebakaran bedeng proyek di Jalan Pantai Indah Utara 3, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu siang, mencapai Rp200 juta.
“Kebakaran ini diduga terjadi akibat korsleting listrik yang memicu penyalaan api hingga menyebabkan kebakaran,” kata Kasiops Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Gatot menjelaskan kronologi kebakaran berdasarkan keterangan saksi berawal saat karyawan sedang beristirahat di kawasan proyek.
Kantor proyek yang terbuat dari peti kemas bekas tiba-tiba terbakar dan besarnya api merambat ke kontainer gudang logistik yang berisi peralatan listrik.
“Situasi makin panik karena lokasi berdekatan dengan RS PIK (Pantai Indah Kapuk) sehingga petugas rumah sakit ikut membantu damkar memadamkan api,” kata Gatot.
Ia mengatakan RS PIK terkena dampak kebakaran di sekitar pagar rumah sakit tersebut yang menjadi akses masuk petugas saat memadamkan api.
Gatot menerangkan objek yang terbakar adalah bedeng logistik proyek seluas 75 meter persegi. Bedeng logistik tersebut berasal dari peti kemas bekas.
“Total 42 petugas dan tujuh unit mobil damkar berjibaku memadamkan api,” kata dia.
Menurut Gatot, petugas mendapatkan laporan kebakaran pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
Petugas sampai di lokasi 14.11 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dilokalisasi dan memasuki tahap pendinginan pukul 14.40 WIB.
“Api berhasil dipadamkan pukul 15.32 WIB dan situasi kebakaran sudah padam,” kata dia.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.